Minggu, 03 Januari 2016

Punya Suami Lebih Muda, Wajarkah?

Ketika beredar kabar bahwa penyanyi Yuni Shara (40) menjalin cinta dengan aktor remaja, Raffi Ahmad (25), masyarakat pun heboh. Berbagai spekulasi dan prasangka dilontarkan. Ada yang menganggap Yuni hanya 'frustrasi' karena dua kali perkawinannya dengan pria lebih tua, gagal. Maka ia bereksperimen dengan 'berondong' (pria lebih muda). Atau, Raffi hanya mengincar harta janda kaya. Ada juga yang curiga, keduanya sengaja mencari sensasi untuk mendongkrak pamor yang mulai pudar. Padahal, keduanya baru sekadar berpacaran.

Kenapa harus malu?

Tak keberatan sharing panjang lebar, tapi tak bersedia mencantumkan identitas asli,
apalagi difoto. Itulah gambaran sejumlah wanita bersuami jauh lebih muda, yang sempat dihubungi Pesona. “Jangan ah, malu. Nanti jadi omongan orang banyak,” begitu alasan mereka. Padahal, sama sekali tak ada yang salah, apalagi memalukan, dengan
perkawinan beda usia, "Tentunya asalkan atas dasar cinta. Suami jauh lebih tua atau istri jauh lebih tua, hanya soal usia, sama sekali bukan aib,” ucap Roslina Verauli, psikolog dari Universitas Tarumanagara, Jakarta.

Memang, selama ini yang dianggap ideal oleh masyarakat adalah suami lebih tua daripada istri. Bisa dimaklumi, karena dalam masyarakat patriarkis, pria diharapkan serba 'lebih' dibandingkan wanita: lebih kaya, lebih pintar, lebih sukses, lebih tua, dan sebagainya. Bila istri jauh lebih tua dari suami, masyarakat masih mengganggap aneh. Tak heran bila muncul berbagai prasangka (buruk). Misalnya, suami mungkin punya rencanatersembunyi, ingin 'menguras' harta istri, atau memiliki kelainan seksual.  Atau, istri punya 'bakat' mendominasi.

“Itu kan cuma anggapan. Pada akhirnya, alasan orang menikah adalah karena masing-masing telah menemukan yang mereka cari dari pasangannya dan merasa nyaman,” lanjut Vera. Namun menurutnya, sebaiknya hindari mengambil keputusan (menikah) secara emosional. Misalnya, karena ditentang banyak pihak, Anda jadi 'panas' ingin memberontak. “Anda tetap perlu saling mengenal dulu satu sama lain,” saran Vera.

Tentunya ada kelebihan dan kekurangan memiliki suami dengan usia yang lebih muda. Dikutip dari ehow, berikut beberapa sisi positif dan negatifnya:
1.Segi Positif - Lebih Menghormati
Pria yang lebih muda umumnya lebih bisa menghargai kelebihan dan kedewasaan wanita yang lebih tua. Biasanya suami yang lebih muda lebih menghormati dan menghargai sang istri. Dia bisa melihat lebih dalam kelebihan sang istri daripada hanya sebatas faktor umur. Pria yang lebih muda bisa melihat istrinya sebagai orang yang dicintai sekaligus untuk tempat belajar.
2.Segi Positif - Lebih berambisi
Pria yang lebih muda biasanya masih dipenuhi oleh ambisi dan tujuan. Semangatnya meraih impian juga akan menular pada Anda. Hal ini juga bisa membuat Anda selalu dipenuhi energi positif untuk bersama-sama mencapai tujuan.
3.Segi Positif - Semangat belajar
Rasa ingin tahu dan semangat belajar pria lebih muda masih sangat besar. Termasuk dalam hal bercinta. Mereka tak ragu menjalankan semua pengalaman yang baru bersama Anda. Anda pun akan selalu bersemangat setiap harinya. Pria yang lebih muda umumnya tidak terlalu gengsi untuk bertanya dan meminta petunjuk.
4.Segi Positif - Penampilan fisik lebih menarik
Hal ini tidak diragukan lagi. Pria lebih muda secara fisik masih lebih menarik ketimbang yang umurnya lebih tua. Penampilan pasangan lebih muda akan membuat Anda lebih menjaga penampilan karena tak ingin terlihat kurang menarik saat berada disampingnya.
5.Segi Positif - Lebih bergairah
Salah satu keuntungan menikah dengan pria yang lebih muda adalah umumnya mereka masih lebih aktif secara seksual ketimbang pria yang lebih tua. Pria yang lebih muda bisa lebih memuaskan hasrat seksual dan mempunyai stamina yang tinggi untuk aktivitas fisik yang bisa membuat pernikahan lebih menyenangkan.
6. Segi Negatif - Komitmen
Seringkali pria yang lebih muda masih kurang pengetahuan mengenai arti komitmen yang sebenarnya. Emosi serta perasaannya pada Anda yang menggebu membuat makna komitmen yang sebenarnya menjadi samar-samar. Seringkali kurangnya komitmen itu bisa menjadi benih potensi konflik dalam pernikahan.
7. Segi Negatif - Masalah keuangan
Pria yang jauh lebih muda biasanya memiliki pengalaman kerja lebih sedikit dari Anda. Tak jarang kesuksesan Anda justru melebihinya. Sebagai suami yang seharusnya bertanggung jawab penuh akan keuangan dalam rumah tangga, peran suami bisa jadi kurang maksimal. Seringkali justru Anda yang harus bekerja keras untuk membiayai rumah tangga.
8.Segi Negatif - Stigma
Umumnya kesulitan pernikahan dengan pria lebih muda dipengaruhi stigma yang ada di masyarakat. Wanita yang menikahi pria jauh lebih muda sering dianggap kurang baik. Sebaliknya pria yang memilih wanita jauh lebih tua pun juga dianggap benalu atau mencari keuntungan semata. Hal itu akan menjadi cobaan yang berat bagi Anda dan pasangan.
Namun ingat, semua pilihan pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Yang penting adalah niat dan ketetapan hati Anda untuk menjalani itu semua. Asal Anda berdua sudah punya komitmen yang kuat ketika memutuskan pernikahan, permasalahan apapun pasti bisa dihadapi dengan lebih mudah.
Mencari pasangan tidak sama dengan memilih baju, kalau baju bila cocok bisa langsung dikenakan bila pasangan hidup tidak secepat dan semudah itu. Beberapa pertimbangan di bawah ini dapat Anda pikirkan untuk memilih pasangan usia seumuran, lebih muda atau yang lebih tua sehingga siap untuk mengatasi kendala di kemudian hari. Perbedaan usia pada sebuah hubungan akan membawa dampak yang berbeda-beda. Sisi positif dan negatif kerap muncul akibat dari perbedaan usia di antara pasangan. Kebanyakan orang mengatakan bahwa sebuah hubungan yang ideal sebaiknya si pria lebih tua beberapa tahun dari wanitanya, ternyata hal itu tidaklah 100% benar.
  • Pasangan yang seumuran dengan Anda
Mendapati pasangan yang seumuran dengan usia Anda akan terasa nyaman. Kalau berbicara bisa nyambung mengenai musik dan gaya berbusana bisa diterima oleh keduanya. Itu semuanya terlihat serba asyik sewaktu bercerita dan bercengkerama selama masa pacaran.
Kenyataan yang ada biasanya suami-istri yang seumuran ini sama-sama emosional. Sang pria setelah jadi suami ingin menunjukkan diri sebagai pemimpin keluarga. Dalam banyak hal dia tampil sebagai pengambil keputusan. Lain lagi dengan istri yang merasa bahwa ia juga mampu karena seumuran dengan suami. Akhirnya karena keduanya tidak mau kalah terjadilah perselisihan dalam rumah tangganya.
Uraian di atas menunjukkan perbedaan sikap pria saat berstatus pacar dan pria setelah jadi suami, terjadi perubahan dalam sikapnya sehari-hari di rumah tangga. Adakalanya banyak hal yang seharusnya dia bicarakan dulu dengan Anda sebagai istrinya dia abaikan saja. Ini yang membuat Anda jengkel dengan sikapnya. Segera bicarakan masalah yang ada. Buatlah kesepakatan bersama untuk aturan-aturan yang diterapkan dalam keluarga Anda sehingga tidak ada kesalah pahaman diantara pasangan. Suami adalah kepala keluarga dan istri sebagai pendamping hendaknya bekerja sama membangun keluarga.
  • Pasangan yang lebih muda dari Anda
Bila seorang wanita mendapat yang lebih muda pasti dia tak mau ketinggalan untuk kelihatan muda seperti sang suami. Sepanjang pernikahannya dia akan rajin merawat diri dengan baik, secara batiniah bersikap tenang dan gembira agar tampak muda. Memang tidak ada salahnya dengan sikapnya ini. Sang suami justru bersikap sangat hati-hati, meski dia sadar bahwa dia adalah pemimpin keluarga. Setiap keputusan dalam rumah tangga selalu dia bicarakan dengan sang istri yang usianya lebih tua. Meski usia suami sudah cukup untuk menikah tetapi kematangan pribadinya belum tentu cukup pula. Penting bagi Anda berdua untuk berbicara secara terbuka banyak hal mengenai hubungan suami istri yang berbeda usia guna mengatasi kendala yang bakal muncul di masa yang akan datang.
  • Pasangan yang lebih tua dari Anda
Bila pasangan lebih tua dari istri dianggap wajar oleh banyak kalangan. Karena tingkat penyesuaiannya cenderung lebih sedikit. Pada masa lampau bersuami yang lebih tua sangat dianjurkan oleh para orang tua. Dengan suami yang usianya lebih tua dari istri, dia diharapkan bisa ngemong juga bijaksana. Pada hal tidak sepenuhnya benar karena acap kali suami usia lebih tua memiliki kecenderungan untuk langsung menjadi penguasa di dalam keluarga. Juga yang lebih tua telah terbentuk aturan yang ingin dia terapkan dalam rumah tangganya. Sebagai kepala keluarga dia ingin agar istri selalu mengikuti apa yang dikatakannya. Bila demikian hendaknya di awal pernikahan dibicarakan berdua untuk menyepakati tentang banyak hal dan aturan dalam keluarga guna menghindari kesalahpahaman.
  • 5 Tahun Pertama Penuh Tantangan
Sering kali dikatakan banyak orang bahwa tahun pertama sampai tahun ke lima adalah masa penyesuaian pasangan. Perbedaan usia dua atau tiga tahun antara pasangan suami istri biasanya tidak begitu berpengaruh dalam masa penyesuaian. Jika perbedaan usia suami-istri lebih dari lima tahun maka pasangan ini cenderung akan menghadapi banyak tantangan. Karena itu perlu persiapan lebih matang agar seluruh perbedaan dapat dibahas pada awal pernikahan. Perbedaan usia bukanlah sesuatu yang aib bila pernikahan Anda berdasarkan cinta dan merasakan kenyamanan satu sama lain. Suami dan istri harus mempunyai tujuan yang sama dan bersatu guna mewujudkan suatu pernikahan bahagia yang langgeng.

Jangan Menjalin Hubungan karena Takut Kesepian

Menghadapi libur panjang dan menghadiri undangan pesta di akhir tahun memang tidak menyenangkan dan juga bikin kita kesepian jika tak punya pasangan. Tetapi jangan pernah memaksakan diri untuk menjalin hubungan hanya karena Anda takut kesepian.

Rasa takut kesepian adalah alasan yang membuat banyak hubungan lebih cepat kandas. Kecemasan dan rasa stres karena melihat banyak orang sudah berpasangan memang sering membuat orang melupakan standarnya dan memilih orang yang sebenarnya kurang cocok.

Penelitian yang dilakukan di Kanada terhadap pria dan wanita berusia 18-59 tahun menunjukkan, ketakutan akan menjadi "jomblo" membuat kebanyakan orang memilih pasangan yang jauh dari kriteria ideal mereka.

Penelitian itu dilakukan melalui wawancara untuk mengukur "skala ketakukan tak punya pasangan". Mereka yang nilainya paling tinggi adalah orang yang memiliki self-esteem rendah dan punya kecemasan lebih besar.

Meski biasanya wanita lebih takut pada kesepian sehingga banyak yang menikah atau berpacaran dengan orang yang tak begitu cocok, tetapi ternyata cukup banyak pria yang juga mengalaminya.

"Kesepian adalah pengalaman yang menyakitkan baik untuk pria atau wanita. Jadi tak mengejutkan jika ketakutan menjadi lajang juga dialami kedua gender ini," kata salah satu peneliti Geoff MacDonald.

Salah satu alasan terbesar mengapa menjadi jomblo adalah hal yang berat adalah karena masyarakat masih menganggap aneh orang yang tidak menikah.

Ketakutan itu membuat banyak orang mengubur keinginan, kebutuhan dan tujuan mereka akan standar ideal pasangan hanya karena mereka tak mau kesepian. Pada pria mungkin alasan ini bertambah karena mereka juga ingin berada dalam hubungan seksual.

Pada akhirnya memaksakan diri seperti itu akan merugikan kita sendiri dan juga pasangan. Jika si dia memang tak cocok, jangan habiskan waktu Anda pada sesuatu yang tak bisa membuat Anda bahagia.

Putus cinta bukanlah akhir cerita. Ibarat sebuah buku, kisah sedih itu justru tertulis di bab terdahulu. Di bab selanjutnya, masih banyak hal yang akan dikisahkan; termasukperjuanganmu kala berdamai dengan kesepian dan kegundahanmu saat berharap bisa balikan dengan mantan.
“Aku masih mendengar lagu yang sama dan makan di tempat biasanya. Mungkin, lantaran itu aku sulit melupakan kamu yang tak lagi jadi milikku. Tapi, diam-diam aku masih menunggu – berharap pada kesempatan yang bisa membuat kita kembali bersatu.”
Bayangan mantan dan segala kenangannya memang tak mudah dihilangkan dari pikiran. Tapi, apakah kamu bisa dengan ringan meminta balikan? Akankah memperbaiki hubungan yang sempat patah akan semudah membalikkan telapak tangan?

Memilih balikan dengan mantan bukan perkara mudah karena pasti ada alasan mengapa kalian pernah putus dan mantap berpisah
Putus cinta bukanlah akhir cerita. Ibarat sebuah buku, kisah sedih itu justru tertulis di bab terdahulu. Di bab selanjutnya, masih banyak hal yang akan dikisahkan; termasukperjuanganmu kala berdamai dengan kesepian dan kegundahanmu saat berharap bisa balikan dengan mantan.
“Aku masih mendengar lagu yang sama dan makan di tempat biasanya. Mungkin, lantaran itu aku sulit melupakan kamu yang tak lagi jadi milikku. Tapi, diam-diam aku masih menunggu – berharap pada kesempatan yang bisa membuat kita kembali bersatu.”
Bayangan mantan dan segala kenangannya memang tak mudah dihilangkan dari pikiran. Tapi, apakah kamu bisa dengan ringan meminta balikan? Akankah memperbaiki hubungan yang sempat patah akan semudah membalikkan telapak tangan?
Memilih balikan dengan mantan bukan perkara mudah karena pasti ada alasan mengapa kalian pernah putus dan mantap berpisah
Putus cinta selalu datang sepaket dengan rasa sepi yang luar biasa menyiksa. Ketika biasanya ada seseorang yang mendampingi, kini kamu dipaksa siap melakukan segala sesuatunya sendiri. Betapa makan rendang di Warung Padang langganan tak lagi senikmat dulu. Film-film terbaru pun tak membuatmu bersemangat untuk buru-buru menyambangi bioskop layaknya masa-masa itu.
Ya, kesendirian memang menjadikanmu begitu rapuh dan hidupmu kian redup. Tapi, apakah pantas jika kesepian dijadikan alasan untuk balikan? Tidakkah keputusanmu akan terkesan tak rasional dan bahkan kekanakan? Selain tak mau sendiri, kamu mungkin sekadar takut patah hati. Tak sanggup jika harus melihat dia menemukan pendamping yang baru lagi. Tak mau menerima kenyataan bahwa dia sudah bisa melupakanmu dan membuka hati untuk cinta yang baru.
Di momen ini, hati dan seutuhnya dirimu memang sedang diuji. Apakah kamu cukup tangguh untuk “selesai’ dengan diri sendiri dan segala yang sudah terjadi? Karena untuk memulai hubungan kembali, kamu dan dia harus sama-sama tuntas berdamai dengan sepi dan masa-masa sendiri.
Keengganan memulai hubungan baru tak bisa dijadikan alasan untuk balikan, pun rasa sayang yang masih tertinggal tak seharusnya membekukan pikiran
Keinginan untuk kembali dengan mantan semakin kuat ketika rasa nyamanlah yang jadi alasan. Ya, kalian memang sudah saling mengenal sekian lama sehingga tak perlu lagi menyesuaikan kebiasaan. Segala baik dan buruk dalam dirinya sudah baik-baik kamu tahu. Bersamanya, kamu pun leluasa tampil apa adanya dan tak perlu berpura-pura.
Sementara, membayangkan memulai hubungan yang baru dengan orang lain tampak sangat melelahkan. Kamu dan pasangan barumu harus mengulang segala sesuatunya dari awal – mulai dari perkenalan, proses pendekatan, hingga jadian. Bahkan, meski akhirnya bisa menjalin hubungan, kemungkinan terjadi perselisihan atau putus toh akan selalu ada.
Selain itu, kamu pun masih menyimpan perasaan yang dalam pada mantan kekasihmu. Kamu belum bisa sepenuhnya move on dan berdamai dengan kisah cintamu yang lalu. Tapi, bukankah perkara cinta atau jodoh akan selalu jadi teka-teki bagi manusia? Tidakkah satu-satunya yang bisa kamu lakukan hanyalah berusaha, termasuk menjajal cinta yang baru?

Jangan berharap pada keajaiban. Balikan tak akan serta merta menyelesaikan semua permasalahan
Kalian pernah mantap berpisah lantaran banyak masalah yang terjadi dalam hubungan. Tak bisa dipungkiri, banyak perbedaan yang dimiliki meski selama ini kalian berusaha untuk berkompromi. Kalian pernah sama-sama gigih berjuang meskipun akhirnya gagal juga. Bagaimana pun, perkara gaya hidup, cara berpikir, hingga prinsip hidup memang tak bisa dengan mudah dibuat sejalan.Meski punya cinta yang besar dan perasaan yang amat dalam, masalah tak bisa dengan sekejap dituntaskan. Kamu dan dia sepatutnya sama-sama tahu bahwa keputusan untuk balikan tak lantas bisa mengubah keadaan. Balikan bukanlah jalan keluar atau solusi instan. Masalah dan ketidakcocokan itu akan tetap ada selama kalian tak berusaha untuk menyelesaikannya.

Pikirkan tentang orang-orang terdekatmu, bukankah ringan balikan itu seperti mempermainkan perasaan teman-teman dan keluargamu?
Benar jika kamu dan dialah yang menjalani hubungan. Tapi, tidakkah kamu sadari bahwa ada orang-orang terdekat yang nyatanya juga ikut terlibat? Sabahat dan teman-teman terdekat adalah yang mengiringi kisah perjalanan cinta kalian. Mereka jadi saksi betapa kalian pernah berusaha untuk bersama hingga akhirnya mantap berpisah. Sedikit banyak, mereka pun ikut merasakan kebahagiaan dan kesedihan yang kalian rasakan.
Sama halnya dengan keluarga, ayah dan ibumu bisa jadi sudah baik-baik mengenal mantan kekasihmu. Bagaimana tidak, hampir 3 kali dalam seminggu dia mampir ke rumahmu. Khusus saat malam Minggu, dia akan datang dengan dandanan yang lebih rapi dari biasanya dan aroma minyak wangi yang lebih kentara. Saat tahu kalian putus, mungkin ayah dan ibumu diam-diam ikut merasa kecewa. Mereka juga belajar untuk merelakan atau mengikhlaskan seseorang yang sebelumnya digadang-gadang jadi pendamping anaknya.
Ringan memilih untuk balikan justru bisa jadi dipandang negatif oleh mereka. Sikap impulsifmu menandakan bahwa kamu dan mantanmu belum bisa menjalani hubungan dengan dewasa.
Dulu, dia pernah selingkuh atau bersikap kasar padamu. Jika akhirnya balikan, adakah dirinya tak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi?
Masalah akan semakin rumit jika pasanganmu pernah menyakiti atau bersikap tidak setia. Mungkin, pilihan untuk putus kamu ambil lantaran dia pernah selingkuh dengan perempuan lain. Bisa juga karena dia sering bersikap kasar, baik secara fisik maupun verbal. Nyatanya, kamu pun menyadari bahwa bersamanya kamu jadi lebih sering menangis atau bersedih.
Setelah putus, tak ada jaminan dia sudah benar-benar berubah. Tak ada yang menjanjikan bahwa dia tak akan mengulangi kebiasaan-kebiasaan buruknya itu. Ketika pernah melanggar komitmen, justru besar kemungkinan dia bisa mengulanginya lagi. Bahkan jika sudah terbiasa berbuat kasar, dia tak akan mudah berubah kecuali setelah mendapat terapi untuk menyembuhkan kebiasaannya tersebut.
Apakah kamu memang berani mengambil risiko? Bukankah sakit hati untuk kedua kalinya akan terasa jauh lebih mengerikan daripada yang pertama?
Sikapmu tak bijaksana jika keputusan untuk kembali pacaran hanya didasarkan pada rasa kasihan semata
Ya, melihat mantan kekasih yang hidupnya berantakan setelah putus, kamu merasa tak tega. Ketika dia mati-matian berusaha demi bisa mendapatkan hatimu lagi, kamu pun luluh dan tak kuasa menolak dia. Namun, kamu sadar bahwa perasaan yang kali ini kamu punya bukanlah sayang atau cinta, melainkan sekadar rasa kasihan.
Sayangnya, hubungan yang semacam ini justru tak akan bertahan lama. Sama halnya kamu sedang membohongi dia, sekaligus tak jujur pada dirimu sendiri. Perlakuan semacam ini malah akan menyakiti mantan kekasihmu dan tentunya dirimu sendiri. Setiap orang berhak dicintai dan mencintai dengan perasaan yang tulus. Tak seorang pun layak dibohongi atau menjalani hubungan dalam kepura-puraan.
Kamu dan dia tak seharusnya memaksakan keadaan. Sesuatu yang tidak tertakdirkan akan lebih baik jika dilepaskan
Kalimat doa seperti di atas mungkin sudah kamu rapal setiap harinya. Kamu sadar bahwa berserah adalah satu-satunya cara untuk membuat hatimu lebih tenang. Bagaimana pun, perkara jodoh memang akan selamanya jadi rahasia. Soal cinta ibarat teka-teki yang harus diselesaikan sendiri. Pasangan yang menggenapkan mungkin baru bisa kamu temukan setelah merasakan jatuh bangun dan melewati perjalanan yang panjang.
Hubungan dengan mantan kekasihmu mungkin memang harus diakhiri demi kebaikan bersama. Mantan kekasihmu bisa jadi hanyalah sebuah persinggahan, sedangkan jodoh yang sebenar-benarnya mungkin sedang menantimu di luar sana. Kamu akan sampai pada dia yang memang tertakdirkan untukmu ketika berhasil melewati ujian ini; merelakan dan melepaskan mantan kekasih yang mungkin masih sangat kamu cintai.
Kadang, cinta memang butuh diperjuangkan. Tapi, ada kalanya kamu tak perlu terlalu keras berusaha dan lebih baik menyerah saja. Dibalik keputusan untuk kembali pada mantan akan selalu ada dua kemungkinan; apakah berhasil atau justru gagal untuk kedua kalinya.

Tidak jarang rasa kesepian merupakan pendorong bagi seseorang untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Kesepian adalah perasaan kekurangan dalam hubungan sosial, yang membuka kesempatan untuk hubungan yang lebih dekat secara emosional dan persahabatan. Kesepian bersifat subjektif. Sebagian orang merasa sepi meskipun dikelilingi puluhan orang setiap hari. Sebagian lainnya tidak merasa kesepian, padahal hanya bertemu dengan satu orang saja. Kondisi tersebut dikarenakan orang yang ditemui dirasa dekat dan mampu memberi rasa nyaman.Dikutip dari Live Science, kaum perempuan lebih mudah merasa kesepian daripada laki-laki.

Pada umumnya perempuan menilai dirinya kesepian atau tidak berdasarkan kualitas hubungan, seperti dukungan social, dan kedekatan emosional. Karena ada “tuntutan” untuk mendapatkan hubungan yang berkualitas, maka perempuan lebih mudah merasa kesepian. Di sisi lain, laki-laki menilai dirinya merasa kesepian atau tidak dari sisi jumlah hubungan sosial yang dijalani. Sepanjang ada teman untuk melakukan hobi atau kegiatan menyenangkan bersama, maka laki-laki bisa untuk merasa tidak kesepian.
Melihat kenyataan tersebut, banyak orang merasa tidak yakin pada hubungan yang dijalani untuk alasan yang tepat atau karena mereka merasa kesepian. Berikut beberapa langkah untuk mencari tahu apakah kamu benar-benar cinta atau karena sekedar merasa kesepian.

1. Memeriksa Kembali Alasan Awal Memilih si Dia
Pada awalnya mungkin ada sesuatu dari si dia yang membuatmu tertarik atau kalian memiliki banyak kesamaan. Atau kamu memilih dia karena sebagian besar teman-temanmu menyukainya. Coba kembali melihat ke awal hubungan kalian dan memikirkan kembali alasan mengapa memilih si dia. Hal ini akan membantu kamu melihat apakah kamu benar-benar mencintai orang ini atau sekedar butuh dia untuk mengisi kesepian dalam diri kamu.
2. Luangkan Waktu untuk Berpikir Bagaimana Pola Hubungan yang Sudah Terjadi
Ambil waktu dan pikirkan kembali mengenai pengalaman atau hal-hal yang telah kamu lalui bersama si dia. Apakah kamu merasa bosan, cemas, tidak nyaman? Atau kamu merasa senang, ceria, nyaman ketika kamu bersamanya. Ingat pula kapan terakhir kali kamu mengalami perasaan positif ketika kalian bersama. Jujur pada diri sendiri akan lebih mudah untuk memutuskan benar-benar cinta atau kesepian, sehingga cenderung memaksakan hubungan yang sebenarnya tidak membuatmu nyaman.
3. Ambil Jeda
Memberi sedikit ruang pada diri sendiri akan memberi perspektif yang lebih jelas. Ambil waktu setidaknya 2 minggu untuk berpisah darinya. Ini akan membantumu mengetahui apakah kamu benar-benar merasa kehilangan dia atau kamu hanya merasa bosan saat dia tidak bersamamu. Jika kamu benar-benar merasa kehilangan, berarti kamu memang peduli dengannya. Jika yang terjadi sebaliknya, seperti kamu merasa sulit mengingat ‘apa yang hilang’ atau bahkan merasa lega karena tidak harus memaksakan sikap tertentu pada si dia, itu berarti kamu perlu dia hanya untuk mengisi kesepian pada dirimu.
4. Pikirkan Kelanjutan Hubungan
Tanyakan pada diri sendiri apa yang kamu harapkan mengenai kelanjutan hubungan kalian. Jika merasa hubungan “jalan di tempat” atau tidak menginginkan ke tahap yang lebih serius, bisa jadi kamu bersedia menghabiskan waktu dengan si dia hanya untuk mengusir rasa kesepian.
5. Melihat Kembali Hubungan Kamu dengan Sekitar
Ada baiknya untuk melihat kembali hubungan kamu dengan orang-orang di sekitar setelah kamu dekat dengannya. Apakah dia jadi pusat hidupmu, di mana interaksimu dengan keluarga, teman, dan sahabat berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Hubungan yang sehat adalah hubungan yang saling mengembangkan satu sama lain, bukan mendominasi salah satu diantaranya.
6. Memberi Waktu untuk Refleksi Diri
Pahami dan jujur tentang apa yang kamu inginkan dalam sebuah hubungan. Sebuah hubungan akan berjalan buruk jika hanya berdasarkan keterpaksaan atau pelarian. Selain itu mensyukuri apa yang dimiliki akan membuatmu lebih mudah untuk membuka diri terhadap orang-orang sekitar kita.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh University of Chicago, University of California-San Diego dan Harvard menemukan bahwa kesepian adalah menular dan dapat ditularkan kepada orang lain, yang berarti bahwa kamu bisa mengirimkan kesepian untuk orang lain tanpa maksud untuk melakukannya. Mengganti perasaan kesepian dengan menyukai diri sendiri akan membantu menciptakan fondasi yang kuat untuk hubungan yang sehat nantinya.

Jangan Sembarangan Diet, Bahaya!

Wanita mana yang tak menginginkan tubuh ideal bak model. Tentu itu menjadi idaman semua wanita. Untuk mendapatkan badan aduhai tersebut, tak jarang kaum wanita memaksakan diet ketat.

Menjalani diet ketat sangatlah berbahaya. Keinginan untuk menurunkan bobot tubuh secara drastis dalam waktu yang singkat itu sangat tak dianjurkan oleh dokter. Hal tersebut akan berbahaya bagi kondisi tubuh.

Dokter Umum Rumah Sakit Immanuel dr. Suzanna Theresia Nadiman mengatakan, diet kini bukan perkara sulit untuk menjalaninya. Di dunia maya sudah banyak tips dan trik untuk menjalani diet tersebut. Namun, tak semua diet cocok untuk tubuh.

"Diet jangan sembarangan, harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tubuh. Jadi jangan yang sekedar diet dengan melihat tips di internet," ujar Suzanna kepada Merdeka.com, Sabtu (7/11).

Suzanna menjelaskan, untuk menjalani diet sudah seharusnya dilakukan dengan bantuan ahli gizi. Jangan sampai diet yang dilakukan justru menjadi boomerang untuk diri sendiri. Bisa-bisa beragam penyakit malah bersarang di tubuh karena melakukan kesalahan pola diet.

"Diet itu bukan langsung menghentikan bahan secara tiba-tiba, tapi harus dilakukan dengan proses. Diet itu yang penting mengurangi asupan makanan dengan perhitungan yang jelas sesuai dengan kebutuhan tubuh," jelas dia.

Tak hanya mengurangi porsi makan, diet yang baik harus diiringi dengan porsi olahraga yang sesuai. Pola hidup sehat lebih baik diterapkan ketimbang menjalani diet ketat namun berbahaya.

Pola diet yang penting, lanjutnya, adalah tidak pernah melewatkan sarapan. Sarapan atau makan pagi dinilai penting bagi mereka yang tengah melakukan diet ataupun tidak.

"Asupan makanan saat pagi hari dinilai penting sebagai energi untuk otak. Sehingga otak bisa bekerja dengan baik untuk melakukan kegiatan selama seharian penuh. Khususnya asupan glukosa dipagi hari," jelasnya.

Diet jadi cara yang jamak diambil untuk Anda yang mau turunkan berat tubuh. Karena diet yang membatasi konsumsi makanan ini dapat segera beresiko cepat pada turunnya berat tubuh. Tidak jarang bila Anda mau kurus dengan cara cepat, Anda segera pilih diet ekstrim. Walau sebenarnya jenis diet ini dapat membahayakan kesehatan badan Anda, bahkan juga dapat meneror pendengaran.
" Tidak cuma terlalu sering dengarkan musik keras atau infeksi bakteri saja yang bisa memengaruhi kesehatan pendengaran Anda. Karena diet yang dikerjakan dengan cara tak tepat juga dapat turunkan kualitas pendengaran Anda, " tutur kata Collenn Le Prell, peneliti dari Kampus Florida.
" Menu diet yang sehat dan seimbang dan dipenuhi dengan makanan sehat dapat melindungi kesehatan pendengaran Anda. Demikian sebaliknya, diet yang ngawur serta mengakibatkan Anda kehilangan nutrisi dengan cara tak Anda sadari dapat turunkan kualitas pendengaran Anda, " lanjutnya.
" Diet yang tidak sehat bisa membuat Anda kehilangan nutrisi seperti vitamin A, C, E, serta magnesium yang utama untuk kesehatan telinga. Kekurangan vitamin ini dapat kurangi suplai darah ke telinga bagian dalam. Hingga kualitas pendengaran Anda bakal menurun serta bisa mengakibatkan tuli. "
Penelitian ini ternyata berguna juga untuk perkembangan penelitian kesehatan berikutnya. Karena beberapa peneliti saat ini tengah meningkatkan produk obat yang berguna untuk menghindar masalah pendengaran terlebih untuk Anda yang sering berhubungan dengan nada bising dalam periode waktu yang lama.

Siapa sih yang tidak ingin menurunkan berat badan dengan cepat? Apalagi di jaman serba instan seperti sekarang, semua keinginan pasti dapat diwujudkan dengan cepat dan instan, salah satunya adalah menurunkan berat badan.
Banyak orang memilih metode diet instan yang menjanjikan hasil tercepat. Namun, tidak selamanya yang instan dan cepat itu berdampak positif bagi kesehatan. Berbagai risiko kesehatan pun mengancam jika berat badan Anda turun terlalu cepat.
Berikut risiko kesehatan yang akan Anda hadapi jika Anda memilih diet instan agar berat badan turun lebih cepat :
1.Eating disorder
Anda pasti pernah mendengar bulimia dan anoreksia? Pada prinsipnya, anoreksia dan bulimia digolongkan sebagai weight-phobia alias penderita takut berat badannya bertambah. Secara umum, anoreksia dapat diartikan sebagai kehilangan selera makan. Perasaan takut gemuk adalah penyebab penderita anoreksia menahan nafsu makan secara tidak wajar, hingga banyak yang akhirnya kehilangan selera makannya dan tidak sadar kalau tubuh mereka benar-benar sangat kurus.
Sedangkan bulimia adalah penyakit yang ditandai dengan makan secara berlebihan, kemudian memuntahkannya kembali untuk menjaga agar berat badan tidak naik. Dibandingkan penderita anoreksia yang dapat dikenali dengan mudah karena bentuk tubuhnya yang sangat kurus, penderita bulimia biasanya memiliki berat badan yang stabil bahkan cenderung ideal.
2.Risiko anemia
Khususnya terjadi pada wanita yang membutuhkan zat besi lebih banyak karena mengalami fase menstruasi, program diet instan biasanya akan memangkas kebutuhan nutrisi tubuh secara berlebihan, sehingga mengakibatkan tubuh kekurangan zat gizi penting yang dibutuhkan dalam kinerja tubuh sehari-hari.
Kebutuhan zat besi wanita 2 kali lebih besar daripada pria, seseorang yang mengalami kekurangan zat besi biasanya mengalami lelah yang berkepanjangan, sesak napas, sering pusing, dan mudah tersinggung.
3.Hilangnya massa otot
Diet yang tidak dilengkapi dengan asupan protein yang cukup juga dapat mengakibatkan hilangnya massa otot Anda. Bagaimanapun juga, tubuh membutuhkan asupan protein yang cukup setiap hari agar dapat menjalankan fungsinya dengan benar. Selain membantu pembentukan otot, protein juga berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Ketika Anda tidak mengkonsumsi protein dalam jumlah cukup, maka tubuh dapat memakan jaringan ototnya sendiri.
4.Mudah lelah
Sebagian besar orang yang berat badannya turun terlalu cepat biasanya sering menahan nafsu makannya, mereka hanya makan dalam jumlah yang sedikit, atau bahkan tidak makan sama sekali. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan cukup kalori sebagai sumber energi untuk beraktivitas. Hilang konsentrasi, tubuh lemas, pusing hingga jatuh pingsan, biasa terjadi pada orang-orang yang melakukan program diet instan.
5.Daya tahan tubuh menurun
Saat tubuh tidak mendapatkan asupan gizi yang memadai, maka sel-sel dalam tubuh juga tidak mendapatkan nutrisi yang cukup setiap hari. Akibatnya, daya tahan tubuh menurun dan gampang terkena penyakit.
6.Membahayakan organ hati
Berdasarkan Journal Physiology of Gastrointestinal and Liver Physiology, berat badan seseorang mengalami penurunan drastis, ternyata juga berpengaruh negatif pada organ hati. Berat badan yang tidak stabil dapat meningkatkan kandungan lemak pada hati, hal tersebut dapat membawa seseorang pada risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit-penyakit degeneratif yang berhubungan dengan organ hati.
7.Kualitas tidur menurun
Kurus secara instan membuat Anda mudah lelah, kemudian metode menurunkan berat badan dengan cepat biasanya juga identik dengan membatasi kalori yang masuk daripada usaha membakar lemak dalam tubuh. Akibatnya, kekurangan kalori membuat metabolisme tubuh menurun. Energi pun berkurang dan Anda mudah lelah, siklus tersebut secara tidak langsung menurunkan kualitas tidur dan istirahat harian Anda.
8.Memicu batu empedu
Kantung empedu adalah organ yang berada di bawah hati, tugasnya membantu penyimpanan lemak sampai tubuh membutuhkannya. Namun jika Anda melakukan diet dan berhasil kurus dalam waktu singkat, besar risiko munculnya batu empedu. Batu empedu merupakan pengerasan kolesterol yang membahayakan kesehatan, sebab batu empedu juga memicu infeksi pada aliran normal kantung empedu ke usus kecil.
9.Membuat rambut rontok
Nutrisi yang didapatkan dari makanan sebenarnya bukan cuma mendukung kesehatan, tetapi juga kecantikan. Namun jika Anda membatasi konsumsi makanan, kondisi luar tubuh juga ikut terpengaruh, salah satunya rambut menjadi rontok. Rambut juga butuh nutrisi dari makanan yang Anda konsumsi, namun gara-gara diet instan, nutrisi tidak terpenuhi dan rambut menjadi kering sampai rontok.
10.Meningkatkan kadar stress
Menghindari jenis makanan tertentu dan menahan lapar memang bisa membuat Anda kurus secara instan, namun metabolisme akan menurun dan meningkatkan kadar hormon cortisol yang memicu stres. Secara fisik dan emosional, kurus secara instan benar-benar tidak menyehatkan.
Oleh karena itu, pikirkan kembali jika Anda mendapat tawaran paket diet instan yang menjanjikan turun berat badan dalam waktu singkat. Tidak selamanya yang instan itu baik untuk kesehatan Anda.
Tips diet sehat berikut ini tidak akan membuat Anda tersiksa karena harus menahan lapar seharian. Justru jika Anda tidak makan sekali atau hanya makan sekali dalam sehari maka metabolisme tubuh dapat melambat. Akibatnya proses pembakaran lemak juga melambat sehingga beresiko menumpuk lemak lebih besar dalam tubuh.

Banyak orang yang masih keliru mengartikan diet. Sehingga bukan badan yang langsing yang didapatkan, namun justru penyakit yang datang. Berikut ini beberapa tips diet sehat yang baik dan benar untuk membantu menurunkan berat badan dengan cara mudah.

Tips Diet Sehat

1. Jangan Lupakan Sarapan
Sarapan pagi sangat penting sebagai sumber energi utama. Jika Anda melewatkan sarapan, maka dapat memicu untuk makan lebih banyak dan ngemil sembarangan. Namun karena sedang diet, jadi hindari makanan berlemak tinggi. Mulai sarapan dengan setangkup roti gandum panggang isi dadar 1 butir telur, ditambah 1 mangkuk salad. Atau bisa menggunakan menu alternatif lain seperti 100 gram nasi dengan 1 potong ikan ditambah 1 mangkuk sayur.

2. Percepat Waktu Sarapan Pagi
Jika biasanya Anda sarapan pagi jam 09.00, sebaiknya mulai sekarang majukan sarapan Anda pukul 07.00 agar proses pembakaran energi dimulai lebih cepat.

3. Perbanyak Makan
Diet bukan berarti tidak makan sama sekali, namun makan lebih sering sekitar 5-6 kali sehari namun dalam porsi kecil. Namun makanan yang dikonsumsi tetap menu diet sehat rendah lemak dan tinggi protein.

4. Cukupi Kebutuhan Nutrisi
Tubuh Meskipun sedang diet, namun Anda tetap membutuhkan lemak dan karbohidrat. Namun lemak yang dipilih adalah lemak baik yang bisa Anda dapatkan dari alpukat, salmon, minyak zaitun dan lainnya untuk membantu transportasi nutrisi ke seluruh jaringan tubuh.

Sedangkan untuk karbohidrat, Anda bisa mendapatkannya dari dari makanan ber-GI (Glikemik Indeks) rendah seperti ubi, oatmeal, gandum dan lainnya sebagai sumber energi saat beraktivitas.

5. Salad Sayuran untuk Makan Siang
Saat makan siang, Anda bisa mencoba salad yang tetap membuat Anda tetap terhidrasi. Sayuran yang mengandung serat dapat memperlancar sistem pencernaan dan membuang racun-racun lewat kotoran.

6. Tetap Makan Malam
Tubuh tetap membutuhkan protein saat tidur untuk memaksimalkan pertumbuhan. Hal penting yang harus Anda kurangi adalah menu makanan berkarbohidrat. Anda bisa memasaknya sendiri seperti dada ayam tanpa kulit yang dipanggang, merebus kentang, masak nasi merah dan tumis sayuran.

7. Perbanyak Minum Air Putih
Minumlah air putih minimal 8-10 gelas setiap hari yang dapat melancarkan metabolisme tubuh dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

8. Buah dan Sayur
Perbanyak mengkonsumsi buah dan sayur yang mengandung serat tinggi untuk mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner. Konsumsilah minimal 5 porsi buah dan sayur sehari dan variasikan jenisnya setiap hari.
9. Hindari Menu Makanan Pemicu Kegemukan
Kurangi konsumsi garam, hindari camilan seperti keripik dan snack. Hindari juga minuman bersoda, alcohol, atau yang mengandung kafein yang berlebihan.

10. Tetap Berolahraga
Diet dapat memberikan hasil yang maksimal jika Anda mengkombinasikan dengan olahraga selama 60-90 menit, 3-4 kali seminggu. Anda bisa melakukan jogging, jalan kaki, bersepeda untuk membakar lemak tubuh.