Senin, 04 Januari 2016

Dia Suka Aku Atau Cuma Dianggap Teman Biasa?

"Kadang bingung deh, cowok yang aku suka ini memang suka ke aku atau hanya dianggap teman biasa? Dia perhatian sih.. tapi nggak yakin dia benar-benar suka,"
Curhat seperti di atas seringkali dipertanyakan wanita. Hati sudah senang karena si dia perhatian dan kelihatannya suka, tapi ternyata hanya dianggap teman biasa. Agar Anda tidak kecewa, inilah ciri pria yang hanya menganggap Anda teman biasa.


Tidak Iseng Mengganggu Anda
Pria yang jatuh cinta biasanya salah tingkah. Sebagian akan berusaha menarik perhatian wanita yang disukainya dengan cara.. mengganggu. Yup benar, jika Anda sebal dengan kelakuannya dan tidak pernah berhenti mengganggu Anda, berarti dia memang suka. Jika sikapnya biasa saja, berarti belum ada rasa.

Tidak Menelepon Atau BBM/WhatsApp
Pria yang sedang PDKT akan sering menelepon hanya untuk bertanya "Kabar kamu hari ini gimana?" atau sekedar menuliskan pesan selamat tidur. Dia juga sering mengingatkan Anda makan atau hal lainnya. Jika si dia hanya menghubungi Anda karena minta bantuan atau ada maksud tertentu, itu bukan PDKT.

Tidak Pernah Diajak Jalan Berdua
Sebisa mungkin pria akan mengambil kesempatan untuk jalan berdua atau makan berdua dengan wanita yang disukainya. Jika Anda tidak mendapat ajakan ini, atau jalan-jalan tapi beramai-ramai dengan temannya, mungkin dia memang belum ada hati pada Anda.

Anda Tidak Dikenalkan Pada Keluarganya
Ini mungkin masih awal, tapi pria yang benar-benar serius akan mengenalkan Anda pada keluarganya. Jika Anda belum mendapatkan kejelasan ini, mungkin dia memang belum siap atau memang tidak ada rasa cinta ke Anda.

"Oh kenalkan.. ini temanku"
Yang ini sudah jelas, jika dia mengenalkan Anda dengan kalimat seperti di atas, berarti Anda memang hanya temannya, tidak lebih.
Semoga ini bisa jadi sinyal untuk Anda agar tidak berharap banyak terlebih dahulu.

Kalau kamu sedang naksir seseorang dan ingin membawa hubungan kalian ke tahap yang lebih serius,  nggak usah bingung. Disini, Hipwee akan memaparkan bagaimana cara membuat si dia segera jatuh cinta padamu. Bahkan selamanya cinta mati! (jangan khawatir, ini bukan pake pelet kok).
Ini dia  5 hal paling penting yang perlu kamu lakukan untuk membuat dia jatuh cinta hanya kepadamu:
1. Temukan kecocokanmu
Sejak awal, kamu harus menemukan kecocokan dengan orang yang sedang kamu incar. Kecocokan akan membawa hubungan kalian menjadi lebih langgeng. Ini dia poin-poin penting untuk melihat potensi kecocokanmu dengan dia.
Tujuan hidup yang saling mendukung
Tanyakan kembali pada dirimu sendiri, apakah tujuan hidupmu? Hubungan sejauh apa yang ingin kamu jalin dengan dia? Nah, sekarang coba liat hal-hal tersebut di dalam dirinya. Apakah dia cukup siap untuk membangun hubungan yang serius? Apakah dia sepertinya memiliki tujuan hidup yang sama? Pertanyaan tersebut akan membantumu apakah dia sesuai dengan mu atau tidak.
Ketahui tentang dirinya jauh lebih dalam lagi
Bukan hanya sekedar tanggal lahir, pekerjaan, atau hobinya. Ketahuilah tentang nilai dan norma dalam hidup yang dia pegang. Cobalah bertanya tentang isu yang cukup serius dan lihat pendapatnya. Apakah kamu setuju dengan nilai-nilai dan prinsip yang dia pegang?
Coba lakukan hal yang dia sukai.
Dengan melakukan hal – hal tersebut maka kamu akan merasa lebih dekat dengannya. Kalau dia suka olahraga, walaupun kamu kurang menyukainya. Tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba hal – hal baru yang dia sukai.
Buat dia merasa seperti ‘pahlawan’-mu.
Mintalah dia membantumu mengerjakan sesuatu, mintalah dia untuk memberi saran dalam permasalahan pribadimu. Biarkan dia merasa istimewa.
Bangunlah kepercayaan diantara kalian.
Kalau kamu yakin dia adalah orang yang baik, maka tidak ada salahnya kamu memberikan beberapa rahasiamu ke dia, lihat reaksinya. Apakah dia bisa menyimpan rahasiamu dengan baik? dan kalau suatu saat dia mulai mempercayakan suatu rahasianya padamu,simpanlah dengan baik. Jangan sampai kamu menghancurkan kepercayaan yang  ingin kamu bangun.

2. Sekarang, saatnya untuk merebut hatinya
Kalau kamu sudah menemukan berbagai kecocokan dan merasa sedikit lebih yakin sekarang, tidak ada salahnya kalau menuju ketahapan berikutnya. Tahapan untuk merebut hatinya. Apa saja yang perlu kamu lakuin?
Berikan dukungan saat dia menghadapi masa sulit.
Ini adalah hal yang paling penting yangharus kamu lakukan. Akuilah kebanyakan dari kita menginginkan adanya pasangan hidup agar kita bisa mendapatkan dukungan dan motivasi kan? Nah, hal itu juga berarti kalau kamu bisa menjadi orang yang supportive dan peduli maka akan lebih besar juga kemungkinanmu untuk menjadi kekasihnya.
Biarkan dia menjadi dirinya sendiri.
Kalau kamu benar- benar mencintainya, maka kamu juga harus bisa menghargainya untuk membiarkan dia menjadi dirinya sendiri. Lagian, kalau memang itu merupakan hal yang baik, kenapa tidak?
Tunjukkan seberapa besar kepedulianmu.
Ada banyak sekali cara untuk menunjukkan bahwa kamu peduli. Cobalah lakukan hal – hal kecil yang dapat membantunya, yang dapat mebuat harinya menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Lakukan sesuatu bersamanya.
Buatlah momen nge-date yang berkesan.
Jangan kebanyakan basa- basi bicara itu hanya untuk menyampaikan maksudmu ngajakin dia keluar berkencan denganmu. Tanyakan dengan sopan dan manis tentang niatanmu untuk mengajaknya jalan keluar. Jika dia menjawab iya, maka kamu harus memastikan bahwa dia akan memilki momen kencan yang berkesan denganmu. Siapkan semuanya dengan baik, tampilah dengan rapi, sopan , dan menarik. Walaupun kalian hanya akan berpergian berdua sebentar, buatlah momen tersebut sungguh berkesan sehingga akan sulit baginya untuk tidak mempedulikanmu.

3. Apakah kamu sudah mencintai dia dengan cara yang tepat?
Kamu harus belajar untuk mencintai dengan baik. Lalu, gimana ya caranya? Kurang lebih inilah yang harus kamu lakukan :
Hargailah dia.
Jangan menghakimi selera atau pilihan-pilihan hidupnya. Berikan dia kesempatan untuk berpendapat dan melakukan apa yang menjadi aspirasinya.
Jadilah seperti seorang sahabat
Seorang pasangan yang memiliki hubungan yang langgeng adalah pasangan yang mampu menjadi teman yang baik bagi satu sama lain. Berlakulah seperti seorang sahabat terbaiknya, seperti jangan egois, utamakan kepentingannya di atas kepentingan pribadimu dan lain sebagainya. Menjadi teman yang baik berarti juga kamu menginginkan dia menjadi bahagia secara tulus.
Milikilah waktu untuk sendiri.
Ingat bahwa kamu adalah dua orang yang berbeda. Tidak ada satupun orang yang yang ingin terjebak dalam sebuah hubungan yang terlalu intens. Berikanlah juga dia kesempatan untuk menikmati waktunya sendiri.
Bukan berarti dia tidak mencintaimu atau kamu tidak mencintainya. Ini murni perihal mengingatkan diri bahwa kita adalah manusia yang masih punya kebebasan.

4. Kalau sudah mendapatkan dia, rawatlah cintamu
Iya, hal ini perlu lho kamu lakukan kalau kamu mengharapkan sebuah hubungan tahan lama dengannya. Coba kamu lakukan hal-hal ini untuk merawat cintamu dengan dia:
Jangan meremehkan dia.
Memang seseorang bisa saja jatuh cinta padamu begitu saja. Tetapi apakah cintanya akan bertahan lama ketika kamu menyepelekan hal-hal yang telah dia lakukan untukmu? Hargai dan berikan kepedulianmu yang lebih padanya. Jangan segan untuk berkata terima kasih, dan maaf dengan dirinya, lakukanlah kebiasaan saling menghargai yang baik.
Tunjukkan bahwa kamu peduli tentang dia.
Kalau kamu udah jadian dan menjalin hubungan sama dia, bukan berarti tidak ada lagi hal yang perlu kamu lakukan. Lanjutkan kencanmu yang romantis, berikanbouquet bunga yang cantik, rencanakan candle light dinner yang romantis, ajak dia ketempat yang dia inginkan selama ini, mencoba memasak makanan kesukaannya, katakan bahwa kamu mencintainya setiap hari. Banyak sekali hal- hal manis yang bisa kamu lakukan, lakukan ini sebagai tanda kamu peduli akan hubungan yang kalian jalani bersama.
Lakukan sesuatu di luar rutinitas kalian.
Apakah kamu selalu melakukan hal yang sama dari waktu – waktu ? Jangan sampai kamu terjebak dalam rutinitas, dan akhirnya kalian berdua bosan dan tanpa ada alasan yang jelas kalian berdua bertengkar karena sama- sama merasa suntuk. Cobalah cari seuatu yang menantang, yang akan menyegarkan pikiran, dan lakukan hal itu secara bersama- sama.
Buatlah sebuah komitmen.
Serius? Emang harus yah? Iya ini penting sekali untuk memastikan bahwa hubunganmu sudah menginjak ke suatu tahap yang jauh lebih serius. Kalau kamu belum siap untuk menikah, paling tidak kalian bisa bertunangan terlebih dahulu. Atau jika hal ini masih juga terlalu dini untuk kalian, maka paling tidak kamu harus berani bertemu dengan orang tuanya. Ini bukanlah pilihan, tetapi memang harus kamu lakuin untuk menunjukkan bahwa kamu memang benar- benar serius menjalin hubungan dengan dia.
5. jangan lupa juga, jadilah orang yang menyenangkan dan mudah dicintai
Rasa cinta bisa saja hadir karena kamu menemukan dia sebagai orang yang menarik, dan komitmen muncul ketika kamu yakin dialah seorang yang pantas untuk mengisi masa depanmu. Tetapi akankah dia tetap bersamamu selamanya?
Kita tidak akan pernah tahu. Yang terbaik yang bisa kamu lakukan adalah adalah tetap menjadi orang yang menyenangkan dan mudah dicintai.
Jadilah versi terbaik dari dirimu
Kalau kamu ingin dia terus mencintaimu, jadilah dirimu yang terbaik, dari waktu ke waktu. Ketika kamu selalu berusaha menjadi terbaik dari dirimu, tidak peduli siapa kamu sekarang, dia akan mencintaimu selalu dengan sendirinya.
Rawat tubuhmu
Terutama kebersihan dan kesehatanmu. Dengan ini, kamu juga akan menunjukkan bahwa kamu mampu merawat kebersihan dan kesehatan keluarga kalian nanti. Tampilah sebaik mungkin untuk membuatnya jatuh hati kepadamu.
Selalu kejar mimpimu
Dengan memiliki pasangan bukan berarti kamu tidak bisa mengejar impianmu. Kamu tetap harus melakukan apa yang ingin kamu lakukan, coba ingat – ingat apa impianmu yang dulu, lakukanlah. Berkaryalah dan hiduplah dengan penuh makna. Buatlah pasanganmu bangga karena memilikimu.
Bersikap baiklah kepada semua orang
Perlakukan orang lain sebagimana kamu ingin diperlakukan. bukankah orang yang baik selalu saja berhasil menarik perhatian kita? oke, kalau begitu mulai lakukanlah itu.
Jadilah diri sendiri
Saran ini mungkin terdengar klasik. Tetapi saran ini berulang kali diberikan karena menjadi diri sendiri adalah hal terbaik yang bisa kamu lakukan. Jangan berpura – pura menjadi orang lain hanya untuk dicintai oleh banyak orang.Pilihlah untuk menjadi diri sendiri, mungkin kamu tidak akan dicintai oleh banyak orang , tetapi dia yang datang kepadamu adalah orang yang benar- benar mencintai dirimu yang sesungguhnya.
Kalau kamu benar- benar ingin menemukan pasangan hidup yang baik maka tidak ada salahnya kamu melakukan semua hal – hal diatas. Semua itu tidak berlebihan kok, karena ketulusan cintamu pasti akan kembali padamu juga, entah melalui siapapun itu.
Sama seperti ungkapan milik The Beatles, “and in the end the love you take is equal to the love you make”.

Minggu, 03 Januari 2016

Umur 30-an Tapi Belum Menikah? Kamu Panik?

Setelah sukses melewati umur 20-an yang cenderung banyak kejutan, kamu akan memasuki fase baru dalam hidup. Yup, usia kepala tiga.
Di fase ini, banyak hal yang harus kamu persiapkan dengan matang. Mungkin di tahap hidup yang inilah kamu harus mengambil keputusan atau perubahan besar-besaran, yang akan mengagetkan keluarga, teman, atau malah dirimu sendiri. Mau tahu perubahan apa aja yang mungkin terjadi, atau apa aja yang harus kamu persiapkan menginjak umur 30-an? Yuk, simak!

1. Kamu Mulai Malas Pergi Nongkrong AtauShopping
Di umur 20-an, kamu mungkin masih suka menghambur-hamburkan uang. Dari mulai jajan, nongkrong bareng teman-teman, atau sekedarshopping gara-gara bosen nggak ada kerjaan. Tapi, memasuki umur 30-an, kamu merasa punya kewajiban untuk mengencangkan ikat pinggang. Karena…
Kamu Berniat Menabung Untuk Hari Tuamu
Ya, kamu berusaha mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang sekiranya nggak penting. Kamu sadar bahwa sebentar lagi kehidupan akan membawamu pada masa tua. Membayangkan ketika sudah pensiun, nggak bekerja, dan menyibukkan diri di kebun belakang rumah, kamu mulai sedikit khawatir.
Apa tabungan masa tuamu sudah cukup banyak? Atau, kamu bahkan belum mulai mempersiapkannya?
Menginjak umur 30-an, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah segera melunasi hutang-hutangmu. Lunasi sebanyak dan secepat yang kamu bisa. Kedua, siapkan dana darurat. Ini penting kalau kamu tiba-tiba sakit atau (amit-amit) kecelakaan. Ketiga, buat rekening baru untuk menyimpan sebagian gajimu.
Kamu juga nggak boleh bersikap sembrono. Jangan berinvestasi kalau kamu nggak benar-benar paham soal investasi itu. Selain itu, kamu nggak boleh gampang percaya sama mbak-mbak atau mas-mas MLM. Menabunglah sebanyak mungkin dan sedini mungkin dengan disiplin. Semakin dini kamu menyiapkan tabuanganmu, maka semakin besar kemungkinan kamu bisa hidup tenang di masa tuamu.
2. Kamu Berhenti Makan Junk Food Dan Begadang
Nggak ada lagi toleransi buat ngemil pizza atau burger. Jika dulu kamu berpikir bahwa “apa aja dimakan asal kenyang”, kamu sudah berubah. Nggak ada lagi jadwal lembur untuk menyelesaikan pekerjaan hingga dini hari. Kamu sadar bahwa kurang tidur berpotensi mengakibatkan berbagai penyakit.
Ya, Kesehatan Sudah Jadi Prioritasmu
Kamu mulai belajar disiplin pada dirimu sendiri, bahwa mengkonsumsi makanan sehat itu sangat penting. Baca-baca di internet dan beli majalah kesehatan, kamu baru sadar betapa pentingnya makan sayur. Selain itu, kamu berusaha menjaga waktu tidurmu, setidaknya 6,5 – 8 jam per hari. Jika dulu kamu malas buat olahraga, jogging pagi dan nge-gym sekarang sudah jadi agenda rutin.
Sadar atau nggak, tubuhmu bisa dibilang sudah mulai menua. Sebenarnya, soal kesehatan harusnya sudah jadi perhatianmu sejak usia 20-an. Bagaimana kamu memperlakukan tubuhmu itu sifatnya kumulatif. Tubuhmu nggak akan tiba-tiba rusak dalam waktu setahun atau dua tahun ‘kan? Soal kanker, jantung, diabetes, atau darah tinggi itu tergantung  bagaimana pola hidupmu.

3. Kamu Belajar Berani Menolak Ajakan Yang Nggak Baik
Perlahan, kamu berusaha untuk tegas pada dirimu sendiri. Kamu sadar bahwa ada hal-hal nggak penting dan nggak bermanfaat yang selama ini sering kamu lakukan. Misal, kamu dulu sering pergi ke klub malam atau bahkan mabuk. Di umur ini, kamu mulai memberanikan diri buat meyeleksi teman-temanmu yang nyatanya memberi pengaruh buruk.
Sekalipun Harus Kehilangan Teman, Hidupmu Harus Naik Level
Kamu sadar betapa pentingnya memanfaatkan uang, tenaga, dan waktumu semaksimal mungkin. Secara nggak langsung kamu membuat garis pembatas. Mulai menjauhi orang-orang yang tidak bisa memperlakukanmu dengan baik. Meninggalkan mereka yang cuma ingin bersenang-senang dan nggak mikirin masa depan.
Mungkin nggak mudah buat menjauh dari teman-temanmu. Kamu merasa menjadi seseorang yang egois karena menolak mereka. Tapi, mengutamakan kepentingan dirimu sendiri saat ini jauh lebih penting. Di umur 20-an kamu bisa punya teman sebanyak mungkin. Tapi, di umur 30-an kamu sadar bahwa sedikit teman itu nggak masalah. Asalkan, mereka mendukung perubahanmu menjadi manusia yang lebih baik.
4. Kamu Nggak Lagi Kabur-Kaburan Kalau Ada Acara Keluarga Besar
Dulu, kamu jarang banget ada di rumah dan sering absen ketika ada arisan keluarga atau semacamnya. Waktumu habis buat kuliah atau kerja. Sekalipun ada waktu luang, kamu lebih milih hangout sama teman-temanmu. Bagimu, kumpul keluarga cuma jadi agenda membosankan.
Keluarga Seharusnya Jadi Yang Utama
Ketika di satu sisi kamu membatasi pergaulanmu, di sisi lain kamu mulai menyadari keberadaan orang-orang yang menyayangimu. Ya, mereka adalah keluarga. Teman bisa datang silih berganti, tapi keluargamu selalu ada mendukungmu.
Kamu sadar betapa pentingnya quality time dengan mereka. Menyempatkan untuk sekedar bertemu dan makan bersama. Waktu nggak akan berjalan mundur lho, guys! Kamu mungkin akan menyesal ketika tiba saat dimana satu demi satu keluargamu pergi untuk selama-lamanya. Selagi masih ada waktu, tunjukan betapa kamu menyayangi mereka.

5. Kamu Nggak Plin-Plan, Tapi Bisa Memilih
Berapa banyak mimpimu saat masih usia 20-an? Okelah, kamu merasa punya banyak waktu buat mewujudkan semuanya. Tapi, kedewasaan menuntunmu untuk sadar bahwa nggak semua mimpi itu bisa kamu wujudkan. Nggak semua keinginanmu bisa terwujud.
Fokus Pada Satu Karir Yang Emang Jadi Impianmu
Ya, kamu jadi lebih fokus pada salah satu mimpimu. Menjadi pegawai bank bukanlah cita-cita, maka persiapkan dirimu untuk banting setir. Kalau kamu pengen buka warung nasi pecel, mulailah fokus pada satu tujuan itu. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Yang namanya meraih mimpi pasti butuh pengorbanan.
Banyak orang memilih karirnya di usia remaja. Sayang, pilihan itu seringkali salah. Di umur 30-an, kamu lebih baik fokus pada satu hal yang memang kamu yakini. Nggak ada lagi waktu buat coba-coba atau setengah-setengah dalam mengejar mimpimu. Kamu berpacu dengan waktu.
Secara umum, 30-an dianggap sebagai umur matang seseorang, khususnya soal karir. Coba deh perhatikan di media sosial. Mereka yang sudah memasuki umur 30-an akan bersikap secara profesional, mencantumkan nama lengkap dengan gelar serta menuliskan pencapaian-pencapaian mereka secara terbuka.

6. Kamu Berpikir, Tapi Nggak Takut Ambil Risiko
Saat remaja kamu nggak pikir panjang untuk membuat keputusan. Di umur 20-an, kamu mulai berpikir tapi takut memilih dan memutuskan. Nah, di umur 30-an ini kamu baru bisa berpikir secara dewasa tanpa rasa takut untuk mengambil risiko besar dalam hidupmu.
Usia 30-an Bisa Jadi Sebuah Titik Balik
Nah, jika kamu merasa hidup yang kamu jalani sekarang bukanlah yang kamu impikan, segera reset hidupmu. Belum terlambat kok. Orang-orang yang akhirnya menyesal adalah mereka yang takut berubah. Mereka memutuskan tetap bertahan untuk hal-hal yang sebenarnya dirasa tidak baik.
Renungkan kembali, apa yang kamu inginkan dalam hidup ini? Kamu mungkin sudah berada di puncak karir, entah jadi manager atau bos. Tapi, apa itu sesuai renjanamu? Kamu sudah ‘cukup mapan. Punya mobil pribadi, rumah sendiri, kartu kredit, dan bisa liburan tiap akhir pekand. Apa itu yang kamu impikan?
Ketika kamu ingin berubah, yakinlah bahwa niat itu datangnya dari dirimu sendiri. Jangan mau didikte orang lain atau lingkungan yang mengatakan “hey, kamu udah 30 tahun, lho!”
7. Kamu Bukan Lagi Gamer yang freak Atau Traveler Galau
Betapa pentingnya memanfaatkan waktu buat mengembangkan diri. Ya, kamu merasa nggak cukup pintar, kurang membaca, atau nggakupgrade ilmumu. Jika dulu waktumu habis buat main game atau traveling sesuka hati, sekarang kamu ingin lebih banyak belajar.
Mending Ikutan Seminar Investasi
Di usia 30-an kamu akan berpikir serius tentang cara mengembangkan diri. Sekarang, kamu lebih haus secara intelektual.
Berpikir buat lanjut kuliah lagi, ikut organisasi, atau datang ke seminar investasi dan pengembangan diri. Tujuanmu adalah meningkatkan kualitas secara individu. Jadi, orang yang lebih baik dimanapun dan dengan siapapun. Kamu ingin sukses dalam berbagai segi kehidupan.

8. Umur 30-an Tapi Belum Menikah? Kamu Panik!
Khusus buat para cewek, umur 30-an dan belum menikah itu seringkali dianggap tabu. Banyak orang menganggap kalau kamu telat nikah berarti nggak laku. Bayangan jadi perawan tua dan ketakutan buat hamil di umur 30-an membuatmu makin panik.
Sedangkan buat cowok, belum menikah di umur 30-an mungkin nggak terlalu mengerikan. Tapi, diam-diam kamu juga mulai iri dengan teman-temanmu yang sudah berumah tangga.
Kamu Berusaha Menemukan Pasangan Yang Sepadan
Untuk membangun rumah tangga, kamu butuh pasangan yang lebih dari sekedar seru atau ‘nyambung’. Pertimbangan soal keluarga, bebet bibit bobot jadi sangat penting. Apakah hubungan pacaran yang sekarang kamu jalani sudah layak dibawa ke pelaminan? Apakah ada ketidakcocokan yang membuatmu belum menikah dengannya sampai hari ini? Atau, kamu memang belum siap secara mental dan finasial?
Sementara itu, kondisi makin mengerikan buat mereka yang jomblo di umur 30-an. Kamu berharap bisa menuliskan “cari jodoh” di keningmu. Mulai ngecek teman-teman di Facebook atau Twitter, kontak sama teman-teman lama, minta dikenalin sama temannya temanmu, atau malah “dibantu paksa” oleh keluarga besar. Kamu berusaha menemukan seseorang yang memang bisa diajak serius dan menikah.

9. Ketika Sudah Menikah Dan Punya Anak?
Umur 30-an dan sudah punya keluarga sendiri, kamu merasa mereka adalah kebahagiaan sekaligus hartamu. Menjalani kehidupan sehari-hari bersama istri atau suamimu, lalu melihat anak-anakmu lahir dan bertumbuh setiap harinya.
Fokusmu Adalah Mereka
Ya, keluarga punya posisi nomor satu. Kamu bekerja untuk pasangan dan anak-anakmu. Apakah keluarga kecilmu bisa hidup dengan layak? Bagaimana soal pendidikan dan masa depan anak-anakmu nanti? Kamu mulai mendedikasikan hidupmu untuk mereka, keluarga kecilmu.
10. Tapi, Terkadang Kamu Nggak Boleh Terlalu Serius
Umur 30-an nggak merubah pakem bahwa hidup adalah teka-teki. Entah kejutan, kebahagiaan, atau musibah apa yang akan terjadi di masa depan nanti. Kamu nggak boleh terlalu serius atau bahkan stres menghadapi fase baru dalam hidupmu. Umur 30-an bisa jadi sekedar angka 3 dan 0 tanpa perubahan dan persiapan apa-apa kalau kamu memang nggak menginginkannya.
Sesekali, Kamu Boleh Egois Untuk Kebahagiaanmu Sendiri
Jangan membuat hidupmu membosankan. Luangkan waktu untuk melakukan apa yang bisa membuatmu menikmati kebahagiaanmu sendiri. Apakah kamu suka baca buku, main musik, atau menulis? Kamu boleh dan layak menikmati hobimu untuk kesenanganmu sendiri. Perlakukan dirimu dengan lebih baik.
Di umur 20-an kamu mungkin merasa paling tau apa akan terjadi dalam hidupmu. Di umur 30-an kamu sadar bahwa kamu sama sekali nggak mengerti apa-apa tentang rencana Tuhan. Di umur 40-an kamu akan belajar menerima segala sesuatu dalam hidup, entah itu baik atau buruk. Hingga di umur 50-an, kamu hanya bisa bersyukur dan merasa bahwa hidupmu luar biasa.

Di Indonesia, adalah hal yang sangat aneh sekali jika seorang wanita belum menikah di usia lebih dari 30 tahun. Dan memang sebagian besar wanita yang mengkhawatirkan hal ini. Mereka menjadi takut ketika usianya sudah mau memasuki usia 30-an, bellum meninkah atau bahkan belum memiliki pasangan. Apakah kamu salah satu dari wanita ini?
Belum menikah atau belum berpasangan di usia menjelang 30-an bukanlah hal yang buruk, apalagi sampai men-judge diri sendiri sebagai wanita yang “nggak laku”. Jangan panik. Tetaplah jalani kehidupanmu dengan bahagia. Lakukan tips ini ketika kamu memang ingin mencari pasangan dan menjalani hubungan sampai ke pelaminan.
Mau Membuka Diri
Langkah yang tepat untuk menemukan pasangan adalah membuka diri. Coba renungkan kembali, apa selama ini kamu berteman di lingkungan itu-itu saja? Apa kamu sudah membuat teman baru akhir-akhir ini? Cobalah ikuti kegiatan sosial, atau berhubungan lagi dengan beberapa teman lama. Kalau kamu mau mencoba lebih jauh lagi, bisa menjajal aplikasi dating online. Intinya, jangan menjadi pribadi yang tertutup. Bertemanlah sebanyak-banyaknya, ladies.
Jangan Jadi Wanita yang Picky atau Terlalu Pasrah
Kebanyakan wanita di usia seperti ini mencari pria yang sempurna, baik dari segi fisik, finansial, dan hal lainnya. Sehingga saat menyeleksi pria, mereka langsung mengeliminasi kandidat yang nggak memenuhi kriteria. Padahal, boleh jadi ia hanya “kurang sedikit sempurna”.
Ingat Ladies, semua manusia di dunia nggak ada yang sempurna, kamu pun begitu. Selain itu, ketika mengharapkan pria sempurna, apakah kamu juga sudah sempurna? Maka, janganlah terlalu pemilih dengan berharap suatu saat ada pria yang sempurna datang ke dalam kehidupanmu. Sebaliknya, jangan pula jadi wanita yang terlalu “menerima apa adanya”.
Kamu perlu menentukann kriteria yang tepat untuk menjadi pasanganmu. Pilihlah pria yang cukup potensial, dengan kelebihan yang kamu suka dan kekurangan yang dapat kamu terima.
Jadikan Pasangan Sebagai Sahabatmu
Ketika kamu sudah mulai menjalani hubungan dengan pria yang kamu idam-idamkan, jalani asmara seperti biasanya.
Jangan karena kamu berharap untuk menikah, maka hubungan ini dibawa terlalu kaku. Jalani dengan santai, nikmati kisah cinta kalian. Jadikan pasangan sebagai sahabatmu. Ciptakan suasana hubungan yang nyaman dan menyenangkan sehingga pria pun betah berada di sampingmu. Kalau kamu terlalu terburu-buru untuk mengajaknya menikah, pria akan merasa nggak siap dan pergi meninggalkanmu.
Jangan Insecure
Janganlah menjadi pribadi yang insecure. Apalagi di saat seperti ini, perasaan insecure dapat dipengaruhi dari teman-teman yang sudah menikah. Kamu jadi takut pasangan pergi berselingkuh dan meninggalkanmu, atau hal lain sejenisnya. Akibatnya, kamu jadi wanita yang posesif dan mengekang dalam hubunganmu.
Tetaplah percaya diri dan berpikiran positif. Nikmati hubungan ini dan jauhkan diri dari perasaan insecure.
Percayalah, justru insecure yang membuat pasangan pergi. Kalau kamu menjadi wanita yang lovable, pasangan nggak akan ninggalin kamu tuh.
Jangan Langsung Membahas Pernikahan
Kami tahu bahwa sebagian dari kamu ingin langsung menikah dengan pasanganmu. Tetapi, usahakan jangan terburu-buru membahas pernikahan dengan pasanganmu, terutama bagi yang baru saja memiliki pasangan.
Kamu masih butuh waktu untuk mengenal lebih dalam si pria, masih butuh waktu untuk menyesuaikan dan membuat kompromi-kompromi dengannya dalam menjadi hubungan. Selain itu pria akan merasa bahwa adalah kamu wanita agresif yang menyerangnya dengan ajakan menikah.
Menanyakan Keseriusannya
Walaupun nggak boleh terburu-buru mengajaknya untuk menikah, kamu bisa menanyakan keseriusannya dalam menjalani hubungan denganmu.
Sebab, kamu nggak ada waktu untuk bermain cinta dengan seorang pria yang belum bisa berkomitmen bukan? Jadi, setelah menjalani hubungan beberapa bulan lamanya, kamu dapat menanyakan keseriusannya dalam menjalani hubungan. Jika ia nggak serius, sebaiknya cari pria yang bisa diajak berkomitmen.

Salah Persepsi Saat Merawat Orang Usia Lanjut

Dewasa ini umumnya orang hidup lebih lama dari sebelumnya. Bahkan, di tahun 2025 jumlah orang lanjut usia akan bertambah 400 persen. Masalah kesehatan yang akan dihadapi orang usia lanjut tentu lebih kompleks sehingga membutuhkan perhatian khusus.

Seseorang disebut berusia lanjut jika ia sudah berusia di atas 60 tahun. Pada sebagian besar orang, usia lanjut berarti kualitas hidup akan menurun, bukan hanya karena perubahan fisik tapi juga tubuh yang mulai digerogoti penyakit.

"Sebenarnya menua tidak berarti harus sakit. Banyak juga orang yang sudah tua tapi tetap bugar dan ini tidak ditentukan oleh usia kronologis seseorang," kata dr.Aulia Rizka, Sp.PD dari Senior Clinic RSU Bunda Jakarta.

Ia menjelaskan, masalah yang dihadapai lansia bukan hanya perubahan fisik tapi juga mental dan sosial. "Banyak salah persepsi saat merawat orang lanjut usia. Misalnya saja orang tua makannya memang lebih sedikit, wajar jika sering lupa, sering sakit-sakitan, atau susah jalan.

Ketidakpahaman tersebut bisa membuat lansia justru mengalami penurunan kondisi. "Misalnya saja karena nafsu makan turun dibiarkan akhirnya jadi malnutrisi dan gampang sakit," katanya.

Pada lansia keluhan penyakit juga akan berbeda dengan orang yang lebih muda. Saat mengalami infeksi paru misalnya, jika pada orang muda akan menyebabkan gejala batuk, sesak atau demam, maka pada lansia gejalanya hanya rasa terus mengantuk, tidak mau makan, serta tidak disertai demam.

Merawat lansia memang perlu pendekatan khusus, terutama pada lansia yang renta atau rapuh dan memiliki beberapa gangguan penyakit. Aulia menjelaskan, jika memerlukan perawatan di rumah sakit seharusnya dilakukan perawatan terpadu sehingga pemakaian obat lebih terkontrol.

"Banyak lansia yang harus beberapa macam obat dari beberapa dokter. Padahal bisa saja dokter tersebut memberi obat yang sama dan bisa saling berinteraksi. Karena itu butuh layanan terpadu sehingga ada dokter utama yang akan memberi koordinasi agar obat tidak saling tumpang tindih," katanya.

Nutrisi

Sementara itu perubahan beberapa panca indera pada lansia juga dapat memengaruhi nafsu makan dan kemampuan pencernaan lansia. "Mereka biasanya sulit mengunyah, menelan, ada diare atau mual," kata dr.Marya WH, spesialis gizi klinik dari RSU Bunda Jakarta.

Oleh karena itu kebutuhan nutrisi juga harus disesuaikan. "Pilih makanan segar untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ketimbang suplemen. Selain itu perhatikan pula asupan cairannya karena mereka sering malas minum sehingga dehidrasi," katanya.

Marya menyarankan agar lansia yang mengalami penurunan berat badan atau nafsu makan berkepanjangan sebaiknya dibawa konsultasi ke dokter. "Barangkali ada penyakit atau kondisi lain yang menyebabkannya,"

Masalah kesehatan orang berusia lanjut memang sangat penting untuk kita ketahui supaya tidak salah persepsi ketika merawatnya. Ya, di jaman sekarang ini pada umumnya orang akan hidup lebih lama dari sebelumnya. Bahkan, di tahun 2025 nanti, jumlah orang lanjut usia akan bertambah 400 persen. Gangguan kesehatan yang akan dihadapi orang usia lanjut tentu lebih kompleks sehingga membutuhkan perhatian khusus. Seseorang akan disebut sebagai usia lanjut jika ia sudah berusia di atas 60 tahun. Pada sebagian besar orang, usia lanjut dapat diartikan dengan kualitas hidup akan menurun, bukan hanya karena perubahan fisik tapi juga tubuh yang mulai diterpa berbagai jenis penyakit.
Padahal, menurut Dr. Aulia Rizka Sp. PD dari Senior Clinic RSU Bunda Jakarta, sebenarnya menua tidak berarti harus sakit. Sebab, ada banyak juga orang yang sudah tua tetapi kondisi tubuhnya masih tetap segar dan bugar karena ini tidak ditentukan oleh usia kronologis dari seseorang. Selain itu ia pun mengatakan, persoalan yang harus dihadapi orang lanjut lansia bukan hanya perubahan fisik tetapi juga mental dan sosial. Ia mengklaim, banyak salah persepsi saat merawat orang lanjut usia. Seperti misalnya orang tua makannya memang lebih sedikit, wajar jika sering lupa, sering sakit-sakitan, atau susah jalan.
Ketidakpahaman seperti itu justru dapat membuat si lansia justru mengalami penurunan kondisi. Seperti yang dirilis oleh agen SBOBET mingu lalu, misalnya apabila karena nafsu makannya menurun dan dibiarkan begitu saja sehingga pada akhirnya orang berusia lanjut tersebut menjadi kekurangan nutrisi dan gampang terserang penyakit. Pada lansia keluhan penyakit juga akan berbeda dengan orang yang lebih muda. Saat mengalami infeksi paru misalnya, bila pada orang muda akan menyebabkan gejala batuk, sesak atau demam, maka pada lansia gejalanya hanya rasa terus mengantuk, tidak mau makan, serta tidak disertai demam.
Merawat orang yang lanjut usia memang dibutuhkan pendekatan khusus, khususnya pada lansia yang renta atau rapuh serta mempunyai beberapa gangguan penyakit. Aulia menjelaskan kepada agen bola terpercaya Indo Master Bola, jika memerlukan perawatan di rumah sakit seharusnya dilakukan perawatan terpadu supaya penggunaan obat menjadi lebih terkontrol.
Penampilan penyakit pada lanjut usia (lansia) sering berbeda dengan pada dewasa muda, karena  penyakit pada lansia merupakan gabungan dari kelainan-kelainan yang timbul akibat penyakit dan proses menua, yaitu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri serta mempertahankan struktur dan fungsi normalnya, sehingga tidak dapat berthan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita.

Demikian juga, masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia berbeda dari orang dewasa, yang menurut Kane dan Ouslander sering disebut dengan istilah 14 I, yaitu immobility (kurang bergerak), instability (berdiri dan berjalan tidak stabil atau mudah jatuh), incontinence (beser buang air kecil dan atau buang air besar), intellectual impairment (gangguan intelektual/dementia), infection (infeksi), impairment of vision and hearing, taste, smell, communication, convalescence, skin integrity (gangguan pancaindera, komunikasi, penyembuhan, dan kulit), impaction (sulit buang air besar), isolation (depresi), inanition (kurang gizi), impecunity (tidak punya uang), iatrogenesis (menderita penyakit akibat obat-obatan), insomnia (gangguan tidur), immune deficiency (daya tahan tubuh yang menurun), impotence (impotensi).

Masalah kesehatan utama tersebut di atas yang sering terjadi pada lansia perlu dikenal dan dimengerti oleh siapa saja yang banyak berhubungan dengan perawatan lansia agar dapat memberikan perawatan untuk mencapai derajat kesehatan yang  seoptimal mungkin. Beberapa penyakit yang sering diderita lansia adalah sebagai berikut:

1. Kurang bergerak: gangguan fisik, jiwa, dan faktor lingkungan dapat menyebabkan lansia kurang bergerak. Penyebab yang paling sering adalah gangguan tulang, sendi dan otot, gangguan saraf, dan penyakit jantung dan pembuluh darah.

2. Instabilitas: penyebab terjatuh pada lansia dapat berupa faktor intrinsik (hal-hal yang berkaitan dengan keadaan tubuh penderita) baik karena proses menua, penyakit maupun faktor ekstrinsik (hal-hal yang berasal dari luar tubuh) seperti obat-obat tertentu dan faktor lingkungan.

Akibat yang paling sering dari terjatuh pada lansia adalah kerusakan bahagian tertentu dari tubuh yang mengakibatkan rasa sakit, patah tulang, cedera pada kepala, luka bakar karena air panas akibat terjatuh ke dalam tempat mandi. Selain daripada itu, terjatuh menyebabkan lansia tersebut sangat membatasi pergerakannya.

Walaupun sebahagian lansia yang terjatuh tidak sampai menyebabkan kematian atau gangguan fisik yang berat, tetapi kejadian ini haruslah dianggap bukan merupakan peristiwa yang ringan. Terjatuh pada lansia dapat menyebabkan gangguan psikologik berupa hilangnya harga diri dan perasaan takut akan terjatuh lagi, sehingga untuk selanjutnya lansia tersebut menjadi takut berjalan untuk melindungi dirinya dari bahaya terjatuh.

3. Beser: beser buang air kecil (bak) merupakan salah satu masalah yang sering didapati pada lansia, yaitu keluarnya air seni tanpa disadari, dalam jumlah dan kekerapan yang cukup mengakibatkan masalah kesehatan atau sosial. Beser bak merupakan masalah yang seringkali dianggap wajar dan normal pada lansia, walaupun sebenarnya hal ini tidak dikehendaki terjadi baik oleh lansia tersebut maupun keluarganya.
Akibatnya timbul berbagai masalah, baik masalah kesehatan maupun sosial, yang kesemuanya akan memperburuk kualitas hidup dari lansia tersebut. Lansia dengan beser bak sering mengurangi minum dengan harapan untuk mengurangi keluhan tersebut, sehingga dapat menyebabkan lansia kekurangan cairan dan juga berkurangnya kemampuan kandung kemih. Beser bak sering pula disertai dengan beser buang air besar (bab), yang justru akan memperberat keluhan beser bak tadi.

4. Gangguan intelektual: merupakan kumpulan gejala klinik yang meliputi gangguan fungsi intelektual dan ingatan yang cukup berat sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas kehidupan sehari-hari.
Kejadian ini meningkat dengan cepat mulai usia 60 sampai 85 tahun atau lebih, yaitu kurang dari 5 % lansia yang berusia 60-74 tahun mengalami dementia (kepikunan berat) sedangkan pada usia setelah 85 tahun kejadian ini meningkat mendekati 50 %. Salah satu hal yang dapat menyebabkan gangguan interlektual adalah depresi sehingga perlu dibedakan dengan gangguan intelektual lainnya.

5. Infeksi: merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting pada lansia, karena selain sering didapati, juga gejala tidak khas bahkan asimtomatik yang menyebabkan keterlambatan di dalam diagnosis dan pengobatan serta risiko menjadi fatal meningkat pula.
Beberapa faktor risiko yang menyebabkan lansia mudah mendapat penyakit infeksi karena kekurangan gizi, kekebalan tubuh:yang menurun, berkurangnya fungsi berbagai organ tubuh, terdapatnya beberapa penyakit sekaligus (komorbiditas) yang menyebabkan daya tahan tubuh yang sangat berkurang. Selain daripada itu, faktor lingkungan, jumlah dan keganasan kuman akan mempermudah tubuh mengalami infeksi.

6. Gangguan pancaindera, komunikasi, penyembuhan, dan kulit: akibat prosesd menua semua pancaindera berkurang fungsinya, demikian juga gangguan pada otak, saraf dan otot-otot yang digunakan untuk berbicara dapat menyebabkn terganggunya komunikasi, sedangkan kulit menjadi lebih kering, rapuh dan mudah rusak dengan trauma yang minimal.

7. Sulit buang air besar (konstipasi): beberapa faktor yang mempermudah terjadinya konstipasi, seperti kurangnya gerakan fisik, makanan yang kurang sekali mengandung serat, kurang minum, akibat pemberian obat-obat tertentu dan lain-lain.
Akibatnya, pengosongan isi usus menjadi sulit terjadi atau isi usus menjadi tertahan. Pada konstipasi, kotoran di dalam usus menjadi keras dan kering, dan pada keadaan yang berat dapat terjadi akibat yang lebih berat berupa penyumbatan pada usus disertai rasa sakit pada daerah perut.

8. Depresi: perubahan status sosial, bertambahnya penyakit dan berkurangnya kemandirian sosial serta perubahan-perubahan akibat proses menua menjadi salah satu pemicu munculnya depresi pada lansia.
Namun demikian, sering sekali gejala depresi menyertai penderita dengan penyakit-penyakit gangguan fisik, yang tidak dapat diketahui ataupun terpikirkan sebelumnya, karena gejala-gejala depresi yang muncul seringkali dianggap sebagai suatu bagian dari proses menua yang normal ataupun tidak khas.
Gejala-gejala depresi dapat berupa perasaan sedih, tidak bahagia, sering menangis, merasa kesepian, tidur terganggu, pikiran dan gerakan tubuh lamban, cepat lelah dan menurunnya aktivitas, tidak ada selera makan, berat badan berkurang, daya ingat berkurang, sulit untuk memusatkan pikiran dan perhatian, kurangnya minat, hilangnya kesenangan yang biasanya dinikmati, menyusahkan orang lain, merasa rendah diri, harga diri dan kepercayaan diri berkurang, merasa bersalah dan tidak berguna, tidak ingin hidup lagi bahkan mau bunuh diri, dan gejala-gejala fisik lainnya.
Akan tetapi pada lansia sering timbul depresi terselubung, yaitu yang menonjol hanya gangguan fisik saja seperti sakit kepala, jantung berdebar-debar, nyeri pinggang, gangguan pencernaan dan lain-lain, sedangkan gangguan jiwa tidak jelas.

9. Kurang gizi: kekurangan gizi pada lansia dapat disebabkan perubahan lingkungan maupun kondisi kesehatan. Faktor lingkungan dapat berupa ketidaktahuan untuk memilih makanan yang bergizi, isolasi sosial (terasing dari masyarakat) terutama karena gangguan pancaindera, kemiskinan, hidup seorang diri yang terutama terjadi pada pria yang sangat tua dan baru kehilangan pasangan hidup, sedangkan faktor kondisi kesehatan berupa penyakit fisik, mental, gangguan tidur, alkoholisme, obat-obatan dan lain-lain.

10. Tidak punya uang: dengan semakin bertambahnya usia maka kemampuan fisik dan mental akan berkurang secara perlahan-lahan, yang menyebabkan ketidakmampuan tubuh dalam mengerjakan atau menyelesaikan pekerjaannya sehingga tidak dapat memberikan penghasilan.
Untuk dapat menikmati masa tua yang bahagia kelak diperlukan paling sedikit tiga syarat, yaitu :memiliki uang yang diperlukan yang paling sedikit dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, memiliki tempat tinggal yang layak, mempunyai  peranan di dalam menjalani masa tuanya.

11. Penyakit akibat obat-obatan: salah satu yang sering didapati pada lansia adalah menderita penyakit lebih dari satu jenis sehingga membutuhkan obat yang lebih banyak, apalagi sebahagian lansia sering menggunakan obat dalam jangka waktu yang lama tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan timbulnya penyakit akibat pemakaian obat-obat yaqng digunakan.

12. Gangguan tidur: dua proses normal yang paling penting di dalam kehidupan manusia adalah makan dan tidur. Walaupun keduanya sangat penting akan tetapi karena sangat rutin maka kita sering melupakan akan proses itu dan baru setelah adanya gangguan pada kedua proses tersebut maka kita ingat akan pentingnya kedua keadaan ini.

Jadi dalam keadaan normal (sehat) maka pada umumnya manusia dapat menikmati makan enak dan tidur nyenyak. Berbagai keluhan gangguan tidur yang sering dilaporkan oleh para lansia, yakni  sulit untuk masuk dalam proses tidur. tidurnya tidak dalam dan mudah terbangun, tidurnya banyak mimpi,  jika terbangun sukar tidur kembali, terbangun dinihari, lesu setelah bangun dipagi hari.

13. Daya tahan tubuh yang menurun: daya tahan tubuh yang menurun pada lansia merupakan salah satu fungsi tubuh yang terganggu dengan bertambahnya umur seseorang  walaupun tidak selamanya hal ini disebabkan oleh proses menua, tetapi dapat pula  karena berbagai keadaan seperti penyakit yang sudah lama diderita (menahun) maupun penyakit yang baru saja diderita (akut) dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh seseorang. Demikian juga penggunaan berbagai obat, keadaan gizi yang kurang, penurunan fungsi organ-organ tubuh dan lain-lain.

14. Impotensi: merupakan ketidakmampuan untuk mencapai dan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan sanggama yang memuaskan yang terjadi paling sedikit 3 bulan.
Menurut Massachusetts Male Aging Study (MMAS) bahwa penelitian yang dilakukan pada pria usia 40-70 tahun yang diwawancarai ternyata 52 % menderita disfungsi ereksi, yang terdiri dari disfungsi ereksi total 10 %, disfungsi ereksi sedang 25 % dan minimal 17 %.
Penyebab disfungsi ereksi pada lansia adalah hambatan aliran darah ke dalam alat kelamin sebagai adanya kekakuan pada dinding pembuluh darah (arteriosklerosis) baik karena proses menua maupun penyakit, dan juga berkurangnya sel-sel otot polos yang terdapat pada alat kelamin serta berkurangnya kepekaan dari alat kelamin pria terhadap rangsangan.