Kamis, 31 Desember 2015

Pria Sulit Terima Wanita dengan Penghasilan Lebih Tinggi

Umumnya wanita pasti merasa bangga dan bersyukur saat suami mereka mendapatkan promosi karier dan sukses di kantor. Namun, apakah hal yang sama juga dirasakan oleh pria saat sang istri berhasil menduduki jabatan idaman di perusahaan tempatnya bekerja?


Menurut studi dari American Psychological Association, mengaku atau tidak, banyak pria yang merasa harga dirinya terusik saat melihat kesuksesan istri. Selain itu, prestasi membanggakan istri bisa menjadi pangkal dan konflik yang mendasari pertengkaran dalam rumahtangga. Sebab, harga diri suami yang seolah terinjak bisa memengaruhi kehangatan serta romantisme pernikahan.

Kondisi yang demikian, bisa jadi disebabkan karena pada dasarnya pria merupakan makhluk yang kompetitif. Alhasil, saat istri berada di posisi lebih unggul, suami bakal merasa rendah diri dan kurang berdaya sebagai seorang pria.  

“Sudah menjadi rahasia umum bahwa pria akan merasa terancam pada keberhasilan istri mereka. Ini bukan hanya terjadi pada hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan dan penghasilan, tapi juga terhadap hal sepele, seperti program penurunan berat badan dan sebagainya. Tanpa mereka sadari, suami yang memiliki istri lebih sukses dalam bidang pekerjaannya, sering menyimpan rasa gagal dan kecewa pada diri sendiri dalam hati,” terang Kate Ratliff, PhD, California University.

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Belanda ini, seperti sekali lagi membuktikan bahwa masih banyak pria di dunia yang hidup dengan nilai maskulinitas tradisional yang tinggi. Perlu Anda ketahui, jenis pria yang demikian memiliki prinsip hidup bahwa posisi mereka harus lebih tinggi dibandingkan wanita, entah dari sisi pekerjaan, penghasilan, atau penampilan. Menyedihkan? Tentu saja!

Namun, kenyataan ini tidak selamanya merugikan. Sebab, menurut penelitian, jumlah wanita yang menganut prinsip bahwa suami harus memiliki penghasilan dan jabatan yang lebih dari istri, juga terbilang tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh nilai budaya dan gaya asuh orangtua sepanjang masa tumbuh kembang mereka dahulu.

1. Bila Jabatan Istri Lebih Tinggi
Kebebasan mengaktualisasikan diri dan persamaan hak dengan kaum pria membuka peluang perempuan untuk bekerja di luar rumah. Namun bagi sebagian pria, ternyata sulit menerima karier istri yang kemudian lebih melesat dibanding kariernya. "Ketika memberi izin bekerja, suami membolehkan. Namun seyogianya mereka punya bayangan bahwa orang bekerja kariernya bisa maju. Kadang-kadang di sinilah dilemanya. Memberi izin, tapi kemudian merasa ‘terancam’ bila istri maju," papar Ita D. Masli, Psi., dari Iradat Consultant.

Ita tidak mengatakan bahwa para suami tersebut plinplan karena sifat ini lebih banyak terkait dengan faktor budaya. "Dalam masyarakat kita telanjur dibangun persepsi bahwa wanita kedudukannya lebih rendah daripada pria. Pola asuh seperti inilah yang ditanamkan dari orangtua. Pria disiapkan untuk mencari nafkah sedangkan wanita tidak. Jadi, meskipun sekarang sudah sangat terbuka kesempatan bagi wanita, persepsi ini tetap tak bisa hilang. Pria tetap di atas dalam hal apa pun, sementara wanita menempati posisi di bawahnya. Padahal faktanya wanita bisa juga lebih maju." Menurutnya, fenomena ini juga tetap terjadi di negara-negara Barat yang notabene pendukung kesetaraan wanita.

Kenyataan budaya yang masih melekat inilah yang kemudian sering kali menyebabkan konflik dalam rumah tangga ketika istri kariernya melejit yang otomatis diimbangi dengan penghasilan lebih tinggi. Penyebabnya, dalam banyak kasus, hal ini dianggap sebagai "ancaman" bagi ego suami. Suami yang merasa minder lantas menunjukkan gelagat kurang suka. Akibatnya, istri pun yang justru berharap kompetensinya diapresiasi oleh orang terdekatnya, malah menghadapi ketidaknyamanan selagi bersama suaminya.

2. MENGUBAH POLA PIKIR
Sebagai psikolog yang banyak menangani pasangan, Ita tidak menampik bahwa salah satu konflik dalam perkawinan adalah perbedaan jabatan dan penghasilan. "Kalau sang suami gajinya lebih besar atau pangkatnya lebih tinggi, umumnya adem ayem karena dianggap norma yang wajar. Tapi kalau istri lebih besar dari segi penghasilan dan karier, mulailah timbul konflik.

Sekali lagi bahwa memang konsep egaliter baru sebatas wacana. Belum banyak suami yang mampu menerima ini sebagai ‘berkah’, tapi malah ancaman’," ujar Ita menyesalkan.

Menghadapi hal ini, kata Ita, mau tidak mau suami istri harus mengubah paradigma. Kelebihan istri jangan dilihat sebagai ancaman, melainkan sebagai kekuatan yang bisa menambah kebahagiaan keluarga. "Lagi pula bila sudah diantisipasi dari awal, kecil kemungkinan untuk memunculkan konflik," lanjutnya.

Seharusnya perbedaan penghasilan ini bisa diantisipasi jauh sebelum pernikahan. "Kalau seorang pria tahu calon istrinya adalah seorang terdidik yang bekerja dan calon suami tahu bahwa calon istrinya tetap akan bekerja setelah menikah, maka mestinya sama-sama tahu karier masing-masing bisa saja melesat dengan cepat. Kalau ternyata karier istrinya yang lebih melesat, ya itulah konsekuensinya. Tapi kalau sejak awal bisa diantisipasi dan bisa dikomunikasikan, satu persepsi sudah terbentuk untuk bisa saling menerima sehingga mengurangi potensi konflik," papar Ita.

3. SAMAKAN LANGKAH
Sayangnya, tukas Ita, banyak pasangan yang tidak punya persiapan psikologis sejauh itu, sehingga ketika terjadi, masing-masing pihak merasa terancam. Sang istri merasa terancam kariernya terhenti, sementara sang suami merasa posisi dan harga dirinya sebagai suami dan kepala rumah tangga bakal terancam. Nah, agar sama-sama merasa tak terancam, Ita menyarankan masing-masing pihak harus berani introspeksi dan bersedia saling berkomunikasi. Contohnya, pihak istri tak selalu berarti harus mengalah, melainkan mungkin perlu sedikit "langkah mundur".

Kalau suami menyindir istri mulai kekurangan waktu untuknya dan anak-anak, barangkali memang istri harus agak menahan diri. Begitu pun suami. Kalau "kecemburuan"nya mulai memuncak, jangan gengsi untuk berpikir lebih dalam apakah kecemburuannya beralasan. Padahal mungkin karier istri yang melejit bisa memberi berkah bagi keluarga. Bukankah penghasilannya yang besar bisa semakin menyejahterakan keluarga, terutama anak-anak?

Prinsipnya, sebelum satu sama lain melangkah lebih jauh dan berbeda arah, Ita menganjurkan agar menyamakan langkah dulu sehingga bisa melihat mana yang perlu disejajarkan. "Coba dibicarakan, apakah karier istri yang sukses ini berdampak untuk kebaikan bersama. Kalaupun suami merasa keberatan, keberatannya di mana, sehingga bisa didiskusikan. Sering kali suami merasa terancam karena istri seolah sibuk di kantor dan berkurang waktunya untuk menjadi pendengar suami. Padahal suami kadang cuma butuh didengarkan karena dari situlah dia merasa dihargai dan di satu sisi dia merasa tetap kepala keluarga."

Jadi sebenarnya, bisa saja kontribusi si istri yang bisa memicu konflik. Kalau saja ada kesediaan mendengar, kita bisa memahami kenapa suami keberatan. "Dari situ, kita bisa mengapresiasi keberatan itu dengan perubahan tindakan. Misalnya tetap mendengarkan suami dan memperlakukannya sebagai kepala keluarga sehingga respek kedua belah pihak tetap terjaga."

Suami juga harus menyadari bahwa istri punya hak aktualisasi. Pilihannya bukan hanya di rumah sebagai istri dan ibu, tapi juga mengamalkan ilmu yang didapatnya dengan bekerja di luar. "Semua ini perlu dikemukakan dan didiskusikan bersama, bahkan jauh-jauh hari sebelum menikah, supaya tidak ada pemahaman yang keliru," tutup Ita. Santi Hartono. Ilustrasi Pugoeh

TIPS BUAT SUAMI
- Agar hati tak panas dan mudah cemburu, jangan lihat kelebihan istri sebagai ancaman. Melainkan lihatlah sebagai kekuatan bagi pribadinya sekaligus berkah bagi keluarga sehingga suami seyogianya mendukung.

- Tekankah pada diri sendiri bahwa peran suami tetaplah tersangga di bahu. Jangan lantas merasa keenakan punya istri dengan penghasilan besar, sehingga beban tanggung jawab malah berpindah ke istri. Anggaplah istri sebagai mitra sehingga penghasilan istri yang lebih besar dapat digunakan untuk hal-hal yang darurat sifatnya atau untuk menambah fasilitas pendidikan bagi anak-anak.

- Tempatkan diri Anda sebagai pihak yang tetap pantas dihormati justru dengan selalu memberi dukungan dan kesediaan mendengar masalah-masalah yang dihadapi istri. Kalau Anda bisa memberi solusi, istri pasti akan merasa bangga dan senang.




TIPS BUAT ISTRI
- Ingatlah pepatah behind the success woman, there is a great man. Bahwa di belakang wanita yang sukses, selalu ada pria yang luar biasa. Dengan mengingat hal ini, Anda tak akan bertindak sombong dan mengatakan bahwa karier yang melejit adalah jerih payah Anda sendiri. Tanpa dukungan suami, tak mungkin Anda dapat mengembangkan diri seluas ini.

- Seperti halnya suami yang harus menyadari peran dan tanggung jawabnya, begitu pula istri. Jika diberi kebebasan, tetaplah berpegang pada peran ini. Dengan kata lain, "jubah" profesi harus dilepas saat Anda menjalani kehidupan personal. Contohnya, kalau di kantor suka main perintah karena Anda adalah atasan, tentu di rumah hal ini tak bisa Anda lakukan pada suami dan anak-anak. Malah sering kali Anda justru harus meladeni mereka. Jabatan manajer atau direktur memang prestisius, tapi menjadi istri dan ibu pun tak kalah bergengsi dan mulia.

Berpenghasilan lebih sedikit dari istri bikin pria gampang sakit
Di zaman modern ini tentu bukan hal yang aneh jika wanita juga bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Faktanya, istri yang bekerja tentu bisa membantu keadaan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. Namun sebuah penelitian menunjukkan bahwa istri yang berpenghasilan lebih banyak bisa memberikan efek buruk pada kesehatan suami mereka.
Penelitian yang dilakukan di Washington University di St Louis Olin Business School menemukan bahwa suami yang memiliki istri dengan penghasilan lebih tinggi cenderung lebih berisiko terkena beberapa penyakit seperti disfungsi ereksi, insomnia, dan kecemasan. Sementara penelitian lain menunjukkan bahwa pria yang memiliki penghasilan lebih rendah dari istri mereka lebih mungkin berselingkuh.
"Terdapat beberapa norma sosial yang dianggap kuat oleh pria bahwa mereka harus bisa mengayomi istri mereka. Ketika norma ini dilanggar atau tidak dipenuhi, maka ini akan membuat mereka kehilangan kepercayaan diri sebagai pria," ungkap lamar Pierce, profesor dari Olin, seperti dilansir oleh NBC News (28/05).
Hasil ini ditemukan oleh peneliti di Washington yang mengamati lebih dari 200.000 pasangan menikah di Denmark pada tahun 1997 - 2006. Pierce menjelaskan bahwa mungkin banyak pria yang merasa tak masalah dengan keadaan ini, ketika penghasilan mereka lebih rendah dari istri. Namun dibalik sikap menerima itu, pria juga sulit mengakui bahwa istri mereka yang menjadi penunjang ekonomi dan kehidupan mereka setiap hari.
Bagaimana dengan Anda, para pria? Setuju dengan hasil penelitian di atas? Apakah penghasilan yang lebih rendah dari istri juga membuat Anda lebih mudah mengalami kecemasan dan insomnia?

Pikir Dulu Sebelum Bilang Wanita Gemuk itu Tidak Menarik!

Jika sahabat wanita atau pasangan Anda yang terlihat lebih gemuk, ada baiknya Anda tutup mulut meski gemas ingin mengingatkannya untuk segera melakukan diet. Pasalnya, penelitian terbaru menunjukan bahwa memberitahu seseorang untuk menurunkan berat badan, sebenarnya malah membuat berat badannya kian melonjak.



Hasil dari studi yang dilakukan oleh University of Waterloo ini dimuat pada jurnal Personal Relationships, dan menunjukan bahwa perempuan yang menerima lebih banyak pesan positif lebih sukses untuk menjaga bahkan menurunkan berat tubuh, dibandingkan dengan yang menerima lebih banyak pesan negatif.

Professor Christine Logel dari Reninson University College di University of Waterloo yang memimpin penelitian ini mengatkan, "Ketika kita merasa buruk dengan tubuh kita, biasanya kita akan memninta orang terkasih dan terdekat seperti keluarga, teman, dan kekasih untuk meminta dukungan dan saran. Respon mereka memiliki efek yang lebih besar dari yang kita pikirkan,".

Para peneliti mengumpulkan responden perempuan dengan rentang usia 18-21 tahun yang seringkali tak puas dengan berat tubuh mereka, kemudian tim dari psikologis sosial bertanya kepada partisipan mengenai perasaan mereka ketika melihat angka yang kurang memuaskan pada timbangan. Selanjutnya, mereka pun diminta untuk menuliskan kesan dan unek-unek pada secarik kertas.

Lima bulan kemudian, mereka ditanya kembali apakah mereka pernah berbicara dengan orang yang mereka sayang mengenai berat tubuh mereka. Lalu, tiga bulan kemudian, peneliti menganalisa apakah para perempuan ini mengalami perubahan berat tubuh.
Penemuan ini mengungkapkan bahwa responden perempuan yang menurut keluarga atau sahabat tidak gemuk atau tidak terlihat tidak menarik, ternyata berat badan mereka cenderung tak berubah atau turun perlahan.  Lalu, responden yang menerima pesan negatif justru mengalami pelonjakan berat badan hingga dua kilogram.

Akhirnya, penelitian pun menyimpulkan bahwa responden perempuan yang diterima apa adanya oleh lingkungan sekitar, cenderung mencintai dan ingin menjaga tubuh lebih baik. Sementara itu, mereka yang memperoleh tanggapan negatif, malah tampak lebih stres dan kurang menarik.

Memang kecantikan tak seharusnya diukur hanya lewat pancaran yang ditangkap mata. Kecantikan yang tidak didasari oleh hati yang canti juga akan cepat memudar pesonanya. Kecantikan seperti itu tidak akan terlihat cantik lagi jika orang-orang sudah bisa merasakan apa yang terpancar dari dalam hati.

Menjadi gemuk bukan lah pilihan perempuan yang gemuk. Mereka juga ingin terlihat baik, namun ada faktor-faktor yang membuat tubuh seseorang tidak mudah untuk terbakar namun sangat mudah untuk menyerap dikarenakan metobolisme yang tidak baik. Ada pula yang sedari bayi sudah diasuh dengan pola makan yang tidak sehat, atau faktor lainnya.

Selama ini banyak wantita bermimpi memiliki tubuh langsing. Singkat cerita, mereka percaya kalau tubuh ideal tersebut akan lebih mudah untuk memikat kaum pria. Nyatanya, banyak juga pria yang lebih memilih berpasangan dengan wanita bertubuh chubbyatau plus size.

Ini adalah lima alasan mengapa pria lebih meninggalkan wanita bertubuh langsing, seperti yang dilansir Boldsky.com.

Gemar makan
Jika Anda adalah seorang yang menyukai makanan, Anda tahu benar mengapa wanita gemuk menjadi pilihan yang tepat. Wanita gemuk tak mengenal pilihan makanan, beda dengan wanita bertubuh langsing yang selalu memesan salad sayuran saat keluar makan malam.

Mirror mirror on the wall
Gadis yang sempurna tak akan lepas dari cermin. Mereka selalu berkaca setiap saat. Hal ini sangat bertolak belakang dengan wanita gemuk. Memiliki ukuran tubuh yang kurang sempurna, membuat mereka menjauhi cermin.

Bebas aturan
Memiliki pacar sempurna sama dengan hidup di bawah tekanan dan aturan. Ini sangat tidak nyaman, bangun pagi tepat waktu, dan dilarang jempur terlambat. Bayangkan jika Anda memiliki wanita chubby, mereka tidak akan memiliki masalah saat Anda telat bangun dan kesiangan, karena mereka juga memiliki kebiasaan yang sama, yaitu sulit bangun pagi.

Nomor satu di tempat tidur
Kalau dibandingkan dengan wanita langsing, wanita ukuran besar masih juaranya. Mereka akan lebih memberikan kehangatan saat berpelukan. Selain itu, Anda juga dapat tidur di perutnya yang empuk dan seperti jelly.

Rasa aman
Berlibur bersama pacar seksi saat musim panas hanya akan membuat Anda menjadi sorotan. Komentar cabul tentang pasangan juga akan terus berdatangan. Beda dengan wanita big size, mereka tak pernah menjadi sorotan. Atau bahkan mungkin mereka bisa melindungi Anda dari kejahatan di luar sana.

Anda sering tidak percaya diri karena tubuh yang chubby dibanding teman-teman yang lain? Atau Anda ingin punya tubuh langsing seperti para model? Tidak perlu iri berlebih, karena menurut penelitian terbaru, wanita yang bertubuh gemuk justru lebih cerdas dibandingkan wanita bertubuh kurus.

Di antara banyaknya hasil penelitian 'negatif' tentang tubuh gemuk, ternyata ada berita menyenangkan untuk wanita bertubuh gemuk. Penelitian yang dilakukan oleh University of Pittsburgh, Amerika Serikat menunjukkan hasil menyenangkan, dilansir oleh Geniusbeauty.com. Penelitian pada 16.000 wanita dengan ukuran tubuh berbeda menunjukkan bahwa wanita gemuk lebih cerdas di bidang matematika, kimia, fisika dan ilmu lain.

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa hasil tes berbagai bidang ilmu menunjukkan hasil lebih baik pada wanita bertubuh gemuk. Pada setiap tahap pengujian, wanita bertubuh gemuk mencetak poin lebih besar dibandingkan wanita bertubuh kurus. Para ahli membedakan hasil-hasil tes ini dengan membandingkan perbedaan lingkar pinggang dan pinggul para wanita. Ternyata ukuran ini memiliki arti khusus, semakin besar ukuran lingkar tersebut, mereka memiliki pikiran lebih tajam dan kecerdasan lebih baik.

Mengapa wanita gemuk lebih cerdas dibandingkan wanita biasa? Para ilmuwan dalam penelitian menyimpulkan bahwa wanita gemuk memiliki asam organik lebih banyak dalam tubuh mereka, sehingga hal itu berpengaruh pada kemampuan mental mereka. Secara khusus, wanita gemuk memiliki asam lemak omega 3 lebih banyak dalam tubuh mereka. Tidak heran jika otak mereka lebih 'cling' dibandingkan wanita bertubuh kurus.
Sekarang tidak perlu minder lagi jika Anda bertubuh gemuk.

Pada dasarnya semua wanita itu cantik dan mempunyai auranye sendiri. Setiap wanita bisa tampil mempesona, siapapun itu, termasuk bagi wanita yang memiliki berat badan lebih atau wanita gemuk.
Sayangnya, masih sedikit wanita yang menyadari hal ini. Coba kamu bacara cara makeup yang benar, kamu akan setuju bahwa setap wanita dilahirkan dengan cantik.
Termasuk berpakaian atau berbusana, ternyata ada caranya. Dulu saya pernah menulis tips berbusana untuk warna kulit tertentu, sekarang saya akan membagikan tips cara berbusana yang bagus untuk wanita yang memiliki berat badan lebih,
Berikut adalah tips-tipsnya.
Hindari Model Busana Elastis
Tips pertama adalah, hindari model dengan elastis atau karet bagian belakang. Kenapa? karena bagi wanita yang tidak gemuk pun, justru model ini memberikan kesan bahwa badan kamu gemuk.
Nah, bayangkan kalau model ini dipakai oleh wanita yang agak gemuk, tentu dia akan terlihat lebih gemuk lagi. Mulai sekarang, coba kamu teliti dan lebih berhati-hati dalam memilih pakaian.
Hindari Pakaian yang Rame
Iya, hindari pakaian yang memiliki kesan rame, contohnya adalah pakaian dengan hiasan terlalu banyak. Atau mungkin dengan pakaian warna-warni.
Pakaian jenis-jenis seperti ini justru membuat kamu tidak anggun dan tidak terlihat elegan. Aura cantik wanitanya pun tertutup oleh keramaian dari pakaian. Jika salah-salah, kamu justru akan terlihat norak memakainya.
Sebaiknya, gunakanan pakaian dengan motif-motif sederhana.
Hindari Busana Untuk Pria
Bukan berarti karena ukuran baju pria yang muat, kamu membeli baju pria. Atau karena desainnya memikat dan menarik perhatian kamu, kamu membelinya. Pakaian pria tentu disesuaikan dengan pria, jika pakaian pria dipakai oleh wanita, justru ini akan mempertegas kekurangan kamu.
Proporsi yang Aneh
Ini bukan dihindari saja, tetapi lebih baik kamu tidak memakainya sama sekali. Pakaian seperti ini biasanya dijual murah, karena memang terdapat kesalahan atau cacat produksi.
Pakaian jenis seperti ini adalah pakaian dengan proporsi yang aneh, seperti kerah miring, warna pakaian pudar/kusam, atau lengan mungkin panjang sebelah.
Pakaian seperti ini justru akan membuat kamu tambah gemuk.
Gunakan Ukuran yang Pas
Jangan karena alasan sayang atau murah, kamu memakai baju atau busana yang memang tidak seukuran. Carilah busana yang sesuai dengan tubuh kamu, selain kamu akan merasa nyaman, kamu juga akan merasa percaya diri.
Jangan membeli sesuatu yang membuat kamu sendiri tidak nyaman.

Wanita Rajin Beribadah Adalah Calon Istri Idaman Para Pria

Bukan rahasia lagi, pria menginginkan pendamping hidup yang baik. Ukuran baik dapat dinilai melalui pengetahuan terhadap agama dan menjalankan ajaran agama. Pria merasa perempuan yang rajin beribadah akan dapat mendidik anak dengan baik. Sehingga, baik pria berkarakter baik maupun tidak berlomba mendapatkan perempuan yang rajin ibadah. Bagi perempuan pun akhirnya berlomba menjadi perempuan yang 'baik' menurut agama. Tapi, benarkah kriteria perempuan rajin ibadah masih menjadi ukuran penting bagi masa depan pria dalam membina rumah tangga ?


Setelah diolah dari beberapa referensi terkait kriteria pria dalam mencari istri idaman, ternyata hanya ada satu referensi yang menempatkan kriteria perempuan rajin ibadah atau taat agama dalam daftar, itupun tidak pada urutan pertama. Bukan berarti pria jaman sekarang tidak percaya Tuhan atau tidak taat agama, melainkan pria sekarang memilih pasangan hidupnya melihat dari karakter dan kepribadian perempuan tersebut. Cukup mengherankan bukan?

Selayaknya perempuan memilih pria juga mengutamakan sifat si pria. Kriteria taat ibadah menjadi salah satu ukuran namun bukan utama. Biasanya lebih dilihat dari kriteria seiman atau beragama sama. Karena, pada dasarnya kita tidak dapat melihat atau mengukur keimanan seseorang. Yang bisa dan berhak mengukur ketakwaan manusia hanyalah Tuhan. Dan, jelas diungkapkan dalam salah satu ayat dari salah satu agama. Manusia hanya dapat melihat seseorang dari intensitas seseorang tersebut dalam menjalankan ajaran dan berperilaku sesuai nilai-nilai agama.

Seorang perempuan taat beribadah tidak dapat diukur sekedar dari simbol agama, misalnya hijab atau mengenakan kalung salib. Tapi, dari bagaimana ia melaksanakan ajaran agama yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Kebanyakan pria hari ini memilih calon pasangan hidupnya dari kesetiaan, tanggung jawab, pengertian, dewasa, sifat keibuan, saling menghormati, dan sebagainya. Tolok ukur taat beragama tetap dijadikan kriteria tapi tidak utama. Menaruh kriteria taat beragama tetaplah penting guna menunjang rumah tangga yang harmonis dan utuh. Memegang teguh ajaran agama tetap dibutuhkan untuk melaksanakan roda kehidupan berumah tangga. Terlebih dalam mendidik anak.

Tapi bagaimana pun juga masing-masing pria pasti punya kriteria wanita idamannya. Sebagai wanita, tentunya Anda ingin mengaplikasikan beberapa penampilan yang disukai pria. Jangan sampai penampilan kita dinilai minus oleh cowok. Dan inilah penampilan cewek yang sering dilirik cowok:
1. Seksi
Banyak cowok yang menyukai cewek seksi. Namun, jangan salah menafsirkan dari kata seksi itu sendiri. Terlihat seksi bukan berarti cewek harus mengenakan pakaian yang terbuka dan terlihat bentuk tubuhnya loh. Laki-laki melihat perempuan seksi juga bisa terlihat dari bahasa tubuh Anda.
2. Pintar
Cowok ingin memiliki cewek yang pintar untuk mendampingi hidupnya. Cewek pintar bisa terlihat dari gaya bicara, tingkah laku, dan otaknya. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa cewek pintar itu adalah cewek yang memakai kacamata.  Dengan memakai kacamata modern, seorang cewek terkesan seperti seorang kutu buku yang pintar namun tetap stylish.
3. Religius
Sebagian cowok muslim mengatakan bahwa cewek yang religius itu adalah cewek berkerudung. Dan cowok non muslim mengatakan cewek religius itu cewek yang rajin beribadah. Agar bisa mencuri perhatian cowok yang Anda sukai, sebaiknya perkuatlah agama Anda dan bagi yang muslim bergayalah dengan buasana muslim yang terlihat stylish seperti hijabers saat ini.
4. Natural
Terkadang cowok juga menyukai cewek yang apa adanya atau natural. Maksudnya adalah cewek yang menjadi dirinya sendiri, bukan menjadi orang lain. Terkadang ada cewek yang berdandan dengan maksud ingin terlihat cantik di hadapan cowoknya. Namun, ia malah menjadi terlihat jelek karena dandanan terlalu tebal atau tidak cocok di wajah. Hal seperti ini terkadang tidak disukai cowok karena cewek terkesan terlalu memaksakan untuk berdandan.
Walaupun ada cowok yang ingin melihat ceweknya selalu tampil cantik dengan berdandan, namun tetap ingat untuk tidak berdandan yang berlebihan. Berdandanlah sewajarnya.
5. Aktif dan ceria
Cewek yang aktif dan ceria biasanya disukai banyak pria. Mengapa? Karena cewek initerlihat bersemangat menjalani hidup. Selain itu, pemilihan warna baju yang tepat dan model gaya rambut yang cocok juga perlu diperhatikan untuk memikat hati cowok. Perlu diketahui, cowok tidak menyukai cewek yang lesu dan terlihat tidak semangat. Sebaiknya, jangan tunjukkan ini di hadapan cowok ya.
Bukan hanya soal penampilan saja untuk membuat cewek lebih disukai oleh cowok. Cara bicara juga memiliki pengaruh dengan hal itu. Cara bicara setiap orang tidak selalu sama. Dan dari cara bicara tersebut, khususnya cewek tidak selalu disukai oleh kebanyakan cowok.

Mungkin bagi beberapa cewek, tidak terlalu memperhatikan hal seperti ini, alasannya karena ingin jadi diri sendiri. Tapi selama itu baik, tidak ada salahnya jika dirubah demi kebaikan sendiri.
Cowok, lebih suka dengan cewek yang bicaranya lembut tapi tetap jelas. jelas dan tidak membuat cowok berpikir sejenak untuk mengtahui maksudnya. Dan yang lebih penting lagi tidak membuat cowok lebih berkonsentrasi dari sebelumnya.

Tetap lembut tapi tetap jelas. Selain itu, nada rendah akan lebih membuat cowok merasa suka jika berbicara dengan cewek. Berbicara keras seperti orang berteriak, sebaiknya dihindari, karena jelas cowok banyak yang tidak begitu suka dengan hal itu. Agar Lebih mudah, madjongke.com jelaskan yang lebih detail lagi tentang cara bicara cewek yang disukai cowok.

Volume
Cewek biasanya berbicara dengan jelas dan keras jika memiliki kepercayaan diri yang tinggi, sementara kebalikannya berbicara dengan pelan dan kurang jelas. Untuk disukai cowok, gabungkan kedua hal itu sehingga menjadi pelan tapi tetap jelas. Tidak menunjukan urakan tapi masih bisa didengarkan. Untuk berlatih, bisa menggunakan bantuan dari teman dekat untuk memberikan penilaian.

Tempo
Gaya bicara yang baik, tidak terlalu cepat tapi juga tidak terlalu pelan. Lihat orang yang bicaranya terlalu cepat dan juga terlalu cepat, Seperti yang pertama, gunakan tengah-tengahnya untuk membuat cara berbicara kamu menjadi lebih disukai.

Nada
Nada bisa berpengaruh pada kualitas berbicara seseorang. Berikan nada sesuai dengan keadaan dan keseriusan saat berbicara. Untuk melatihnya, kamu bisa kursus menyanyi untuk mendapatkan latihan teknik pernapasan dengan diafragma. Dari itu, akan bisa membuat nada berbicara berbeda dan lebih baik dari sebelumnya.

Intonasi
Intonasi diperlukan agar saat bicara tidak monoton. Ketika menuju pada kata tertentu sebaiknya lakukan hal itu, meskipun seperti yang sudah dijelaskan madjongke.com tadi tentang tempo, hal ini tetap dilakukan. Itu hanya sebagai pedoman saat menggunakan kata biasa.

Itu saja cara berbicara cewek yang lebih disukai cowok. Satu tambahan lagi, seperti apapun cowok, akan lebih suka dengan cewek yang bicaranya sopan dan tidak terlalu blak-blakkan.

Menarik itu terbangun dari keutuhan kepribadian. Berbagai dimensi kecerdasan berpadu membangun kemenarikan (attractiveness), mulai dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional hingga kecerdasan spiritual dan kecerdasan religius. Maka kemenarikan seorang istri paling tidak tercermin dan menampak pada delapan pasangan karakter kunci di bawah ini:

1. Ramah dan murah senyum
Keramahan dan murah senyum itu menjadi daya tarik universal. Ia menjadi salah satu kunci sukses seseorang, sebab dengannya ia mudah diterima orang lain. Dan ini menjadi faktor penting dalam berbagai kerja sosial dan profesional.

Dan senyum adalah pancaran suasana hati. Murah senyum dan ramah itu bukan tampilan sesaat. Ia adalah cerminan kepribadian. Dengan senyuman istri, seorang suami mendapatkan ketentraman dan kehangatan jiwa. Setiap kali ia mendapatkan senyuman sang istri, terbitlah suasana “kemarilah, di sini aku selalu ada untukmu” menghiasi relung jiwanya.

2. Optimis dan ceria
Masalah itu untuk dipecahkan dan jangan membuat kita berdiam diri. Percayalah, kalau kita bergerak dan berusaha, kita akan menemukan jalan keluar. Kalimat-kalimat barusan itu normatif. Tapi ketika ucapan-ucapan itu keluar dari seorang istri dan ketika hal itu diucapkan dengan penuh rasa optimis dan dibarengi keceriaan, yakinlah seorang suami bahwa ia memperoleh anugerah terindah dalam hidupnya.
Seorang yang optimis itu tak akan berdiam diri dalam himpitan masalah. Ia akan mengurai masalah. Ia akan kerjakan apa yang bisa dikerjakan terlebih dahulu, tanpa menunda-nunda. Dan justru karena sikap melekat seperti ini, ia tak pernah mendapatkan dirinya menunggu himpitan segunung masalah. Setiap ada permasalahan hidup, ia cepat menyelesaikannya. Karena geraknya ini, setiap kali menyelesaikan satu pekerjaan, sekecil apapun, ia mendapatkan kesenangan jiwa. Dan karenanya sikap ceria selalu bisa dipelihara.

3. Penyabar dan teguh hati
Bangunan rumah tangga itu ibarat bahtera yang berlayar mengarungi samudra. Adakalanya cuaca buruk melanda lautan. Angin dan ombak kencang menerpa. Pada saat itu terujilah sifat sabar dan teguh hati.
Seorang suami akan sangat bersyukur dengan kesabaran dan keteguhan hati istrinya ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup. Hari-hari ketika persediaan uang bahkan tak mencukupi untuk hidup sehari, ketika mesti bekerja keras karena memang tak ada dana untuk menggaji seorang pembantu, ketika mesti berjalan cukup jauh mengantar anak bersekolah dengan mendorong baby-car adiknya pula. Atau ketika hadir suara-suara,”Bagaimana mungkin kamu bersabar dengan kondisi begini? Sekali-kali berontakdonk sama suami ….” Ketika itu kesabaran dan keteguhan seorang istri dalam menjalani episode kehidupan diuji.

Tentu keteguhan hati itu lahir dari saling pengertian dan keyakinan, bahwa suami tak berdiam diri dengan kondisi yang ada. Tapi landasan utama keteguhan ini adalah pada keyakinan, bahwa Allah tak meninggalkan hambaNya. Dia akan menolong saat upaya kita sudah sampai pada batasnya; Saat kita berserah diri di ujung segala harapan dan hanya menggantungkan diri padaNya.

4. Penyayang dan pemaaf
Manusia tak ada yang terbebas dan kekhilafan dan kekeliruan. Begitu juga seorang suami terhadap istrinya. Bahkan di hadapan istrinya, hampir semua ketidaksempurnaan yang dapat ia tutupi di luar rumah, akan terbuka.

Sifat penyayang dan pemaaf amat diperlukan seorang suami, dihadapkan pada segala kelemahan dirinya. Pengertian istri sungguh menjadi sesuatu yang amat dihajatkan. Dengan ini seorang suami terhindar dari keputusasaan dan blaming himself too far,menyalahkan diri sendiri terlalu jauh. Dengan ini seorang suami tetap bisa terjaga harga diri dan sikap optimisnya.

Penyayang dan pemaaf juga nampak pada keseharian istri dalam mendidik anak-anak. Suami akan senang melihat anak-anak tumbuh dalam suasana kasih sayang. Pemaafan atas kesalahan anak-anak bukan untuk mentolerir kesalahan itu, tapi untuk memberikan kesempatan kepada mereka belajar dari kesalahannya.
Penyayang juga menjadi karakter yang muncul saat istri berinterkasi dengan orang tua dan kerabat suaminya. Pernikahan itu menyatukan dua bani. Dan ketika suami mendapatkan istrinya menerima dan diterima dengan baik dan bahkan menjadi kesayangan orang tua dan karib kerabatnya, sungguh ia merasakan rasa senang tiada tara.



5. Empatif dan ringan tangan
Bekerja sama dan saling menolong dalam kehidupan rumah tangga menjadi tuntutan mendasar. Adapun sifat empatif dan ringan tangan dalam menolong di sini lebih ditekankan pada karakter seorang istri bagi masyarakat di sekelilingnya.

Sebuah rumah tangga menjadi bagian dari satu masyarakat. Keharmonisan satu keluarga dalam menempatkan diri di tengah masyarakat menjadi satu kepuasan batin dan kebahagiaan tersendiri. Ketika seorang istri menunjukkan sikap empatif dan banyak memberikan pertolongan kepada orang-orang di sekeliling rumah, seorang suami akan mendapatkan pesona sosial pada istrinya.

Selain itu, seorang istri yang memberikan perhatian terhadap masyarakat sekelilingnya justru akan semakin bersikap dewasa dalam mengatasi permasalahan rumah tangganya. Ini menjadikan suasana komunikasi dengan suaminya di rumah lebih seimbang dan menentramkan.

6. Aktif dan produktif
Pesona sosial pada seorang istri lebih dirasakan suaminya, ketika ia memberikan kontribusi lebih sistematis kepada masyarakatnya. Tidak menjadi masalah pada bidang apa kontribusi ini dicurahkan, pada pendidikan, kesehatan, perekonomian, kesejahteraan, atau beberapa sektor industri. Yang pasti keaktifan dan produktifitas seorang istri bagi masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi suami.
Produktifitas ini tentu saja tidak mesti identik pada jauh meninggalkan urusan rumah tangga. Saya sendiri melihat, basis dari segala aktifitas sosial seorang istri itu adalah bagaimana ia menjadi aktifis yang memiliki visi terbangunnya keluarga-keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera.

Untuk mewujudkan visi di atas dibutuhkan dukungan segenap instrument sosial-kemasyarakatan dan kenegaraan, mulai dari peraturan perundangan yang digodok di lembaga legislatif, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan lembaga pendidikan dan riset, konsep dan kebijakan yang dibuat eksekutif, aktifitas pemberdayaan masyarakat yang dipelopori LSM-LSM (NGOs) dan gerakan sosial lainnya hingga wujud materi peradaban seperti sekolah-sekolah, klinik hingga rumah sakit, industri farmasi penopang kesehatan, industri pemasok makanan bergizi, industri telekomunikasi yang memfasilitasi dan menyajikan informasi yang baik dan mencerdaskan, dan lain-lain.

Karenanya terbuka seribu satu medan bagi para istri untuk berkiprah, mulai dari ruang lingkup rukun tangga (RT), rukun warga (RW) hingga lingkup negara dan bahkan dunia.



7. Cerdas dan kreatif
Kepribadian seorang manusia itu terus berkembang dan tumbuh menuju kematangan tatkala proses belajar terus menyertainya. Dari waktu ke waktu istri pembelajar akan selalu menghadirkan kemenarikan yang baru. Satu hari tiba-tiba dia memasak kue bolu amat lezat, yang belum pernah disajikan kepada keluarganya. Di kesempatan lain dia mengisahkan baru lulus kursus Qiraati -satu metoda belajar membaca al-Quran-, karena memang dibutuhkan untuk menyertai perkembangan salah satu sisi pendidikan anak-anak. Atau ketika dia mengikuti kegiatan senam kebugaran dengan tekun, yang memang membuat tubuhnya bugar dan menambah vitalitas hubungan dengan suaminya.

Kecerdasan itu bergabung dengan kreatifitas dan berjalan seiring. Kreatifitas dalam mengelola rumah tangga menjadi pesona tiada batas bagi pasangan suami-istri. Dengan daya kreatif ini, segala masalah bisa dihadapi secara cerdas dan tepat.

8. Tekun dan ikhlas beribadah
Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri adalah pada ketekunannya menjalankan ibadah dan mengikhlaskan segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi. Pada karakter ini seorang istri adalah individu yang independent dari siapapun, termasuk dari suaminya. Ia akan menggapai kemuliaan dirinya di hadapan Allah Penguasa Alam Semesta dan di hadapan segenap makhlukNya, termasuk di hadapan suaminya.